Renungan tentang Arti Kepemilikan dan Hakikat Kehidupan

Asbâbun Nuzûl Surat Al-Kahfi Ayat 32–44 ۞ وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِاَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ اَعْنَابٍ وَّحَفَفْنٰهُمَا بِنَخْلٍ وَّجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًاۗ ۝٣٢ Berikanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, yaitu dua orang laki-laki. Kami berikan kepada salah satunya (yang kufur) dua kebun anggur. Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma Read more

Nyelawat, Lampu Kecil di Malam Kehilangan

“Nyelawat”, sering kita dengarkan dalam hidup bermasyarakat khususnya di lingkungan adat jawa, ketika salah satu dari individu ditimpa oleh musibah, maka biasanya kita akan berkunjung untuk nyelawat atau yang sering kita kenal dengan takziah. Takziah sendiri adalah budaya dalam kebudayaan Melayu seagai ucapan belasungkawa atau simpati yang disampaikan kepada individu Read more

Siapapun Dirimu, Kamu Tidak Penting

Seringkali kita melihat libur panjang sebagai kesempatan untuk menepi dari rutinitas, menikmati hiruk-pikuk dunia yang disajikan dalam bentuk rekreasi dan hiburan. Namun, di sudut-sudut pesantren seperti Lirboyo, long weekend justru menjadi sebuah momentum yang amat berharga; saat para santri dan alumni berbondong-bondong, meramaikan majelis ilmu, haus akan tetesan-tetesan hikmah dan Read more

Mengarungi “Aqabah”: Sebuah Renungan

Surah Al-Balad ayat 11 membuka sebuah tirai pemikiran yang mendalam: “فَلا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ” (Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?). Sebuah pertanyaan retoris yang menggiring kita merenungi makna “Aqabah” atau “jalan mendaki lagi sukar” itu sendiri. Apakah ia sekadar jalan fisik yang terjal, ataukah ia metafora bagi Read more