Renungan tentang Arti Kepemilikan dan Hakikat Kehidupan

Published by Pengasuh Dzinnuha on

Penulis: Ariffani Kayyisah
Santri Dzinnuha

Asbâbun Nuzûl Surat Al-Kahfi Ayat 32–44

۞ وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِاَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ اَعْنَابٍ وَّحَفَفْنٰهُمَا بِنَخْلٍ وَّجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًاۗ ۝٣٢

Berikanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, yaitu dua orang laki-laki. Kami berikan kepada salah satunya (yang kufur) dua kebun anggur. Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan Kami buatkan ladang di antara kedua (kebun) itu.

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ اٰتَتْ اُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِّنْهُ شَيْـًٔاۙ وَّفَجَّرْنَا خِلٰلَهُمَا نَهَرًاۙ ۝٣٣

Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun. Kami pun alirkan sungai dengan deras di celah-celah kedua (kebun) itu.

وَّكَانَ لَهٗ ثَمَرٌۚ فَقَالَ لِصَاحِبِهٖ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗٓ اَنَا۠ اَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَّاَعَزُّ نَفَرًا ۝٣٤

Dia (orang kafir itu) juga memiliki kekayaan besar. Dia lalu berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengannya, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”

Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-Kahfi ayat 32 hingga 44 tentang dua orang laki-laki, yang diberi perumpamaan oleh-Nya. Kisah ini bukan semata dongeng untuk menghibur hati yang letih, tetapi cermin yang jernih bagi jiwa-jiwa yang ingin memahami makna sejati kehidupan.

Dalam Kitab Tafsir al-Munîr, dijelaskan bahwa peristiwa ini bermula dari dua sahabat lama. Salah satunya adalah seorang mukmin yang diuji dalam sempitnya harta dan lapangnya kesabaran. Ia duduk di pinggir jalan, dalam keadaan kekurangan, namun tetap menjaga iman dan tawakalnya. Sedangkan sahabatnya yang lain, yang lama tak bertemu, datang kepadanya dalam balutan kemewahan dunia. Ia telah berubah: hatinya penuh bangga, lisannya menyanjung dirinya sendiri, dan matanya tak lagi melihat dengan kasih sayang.

Sang sahabat kaya itu menawari pertolongan. Ia mengajak temannya menghadap raja, seolah ingin menunjukkan kemurahan hatinya. Namun di hadapan raja, terkuaklah keangkuhannya. Ia tidak memuliakan saudaranya yang miskin tetapi dermawan. Justru ia mencela kebiasaan sahabatnya dalam bersedekah. Ia berkata dengan nada merendahkan, seakan ingin mengatakan bahwa kedermawanan itu sia-sia jika tidak disertai harta.

Lalu turunlah ayat-ayat Allah, menjelaskan bagaimana harta yang dibanggakan itu bukanlah tanda kemuliaan, melainkan ujian yang berat. Kebun-kebun yang subur, air yang mengalir, dan buah-buahan yang melimpah — semua itu dihancurkan oleh Allah dalam sekejap. Maka ketika sang pemilik kebun melihat kehancuran itu, ia hanya bisa menyesal. Tapi penyesalan di saat nikmat telah lenyap, tidak lagi berguna.

Inilah pelajaran agung yang hendak Allah tanamkan dalam hati hamba-Nya: Bahwa harta bukanlah kebanggaan, dan kemiskinan bukanlah kehinaan. Yang menjadi ukuran adalah keimanan dan amal.

Dalam pengajian Tafsir al-Munîr yang disampaikan oleh Ning Raudhoh, beliau mengutip nasihat bijak dari Gus Shampton yang patut direnungkan:

“Sejatinya, harta yang kita miliki adalah harta yang kita sedekahkan.”

Ungkapan ini sederhana, namun sarat makna. Dunia ini fana. Kita membeli pakaian — bisa jadi bertahan setahun, dua tahun, lalu usang. Kita membeli makanan — tak lama, ia hilang dalam lambung, menjadi tanah. Kita mengumpulkan harta — tetapi kelak akan ditinggalkan, entah oleh kita, atau ia yang lebih dahulu meninggalkan kita.

Namun harta yang disedekahkan, amal yang ikhlas karena Allah, itulah yang kekal. Ia tersimpan di sisi-Nya, sebagai tabungan akhirat yang tak akan pernah usang atau lenyap. Harta yang dibelanjakan di jalan kebaikan, tidak pernah sia-sia.

Maka jangan tertipu oleh gemerlap dunia yang memperdaya. Jangan bangga dengan apa yang tampak, dan jangan kecil hati dengan apa yang belum kita genggam. Sebab yang akan menyertai kita bukanlah kebun, rumah, atau emas, tetapi amal-amal yang tulus dan ringan dalam pelaksanaannya, namun berat dalam timbangan-Nya.


 

infaq untuk pendidikan

Categories: kajian

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *