Amalan Awal Dan Akhir Tahun Sebuah Refleksi Menyambut Pergantian Tahun
Tahun hijriah 1446 telah berakhir detik detik terakhirnya dan kita sampai kita umat islam memasuki tahun baru hijriah 1447,sebagian orang barang kali akan menyalakan kembang api dan memanaskan arang untuk membakar daging,dan itu mungkin akan terpikirkan di benak saudara saudara sekalian,sebelum menemukan tulisan (ketikan) saya, maka jika anda tidak keberatan silahkan duduk sejenak dan biarkan saya,muhammad naji ukkaasyah,memberikan rekomendasi amalan amalan yang mudah dilaksanakan oleh kita para muslim kaum rebahan,
Menjelang pergantian tahun ada begitu banyak amalan yang bisa dilakukan oleh kaum muslim, satu di antaranya adalah mengamalkan doa akhir tahun. Lantas, apa sajakah keutamaan membaca doa akhir tahun yang bisa diperoleh bagi siapa saja yang mengerjakannya?
Sebagaimana diketahui, berdoa menjadi salah satu amalan yang tak terlepaskan dari kehidupan sehari-hari. Tidak terkecuali bagi kaum muslim saat menyambut datangnya awal tahun baru dalam kalender Hijriah. Biasanya momentum ini ditandai dengan berlangsungnya tanggal 1 Muharram.
- Membaca Doa Akhir Tahun
Dalam buku Koreksi Doa dan Zikir antara yang Sunnah dan Bid’ah karya Bakr bin Abdullah Abu Zaid, disebutkan bahwa tidak terdapat dalil syariat yang secara khusus menjelaskan amalan membaca doa akhir dan awal tahun. Namun, sebagian kalangan berpendapat bahwa tidak ada larangan untuk memanjatkan doa demi kebaikan ketika memasuki bulan baru.
Berikut ini adalah bacaan doa akhir tahun:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilattaubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.
Artinya: “Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau larang dan aku belum bertobat darinya, sementara Engkau masih bersabar terhadapku dengan karunia-Mu padahal Engkau berkuasa untuk menghukumku, dan Engkau mengajakku untuk bertaubat setelah aku berani berbuat maksiat kepada-Mu, maka aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan segala perbuatan yang aku lakukan tahun ini yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon kepada-Mu untuk menerimanya dariku. Janganlah Engkau memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia.”
- Membaca Doa Awal Tahun
Doa awal tahun dapat dipanjatkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan dan kenikmatan di tahun yang akan datang. Berikut ini adalah bacaan doanya.
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikrâm.
Artinya: “Ya Allah, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Dengan karunia dan kemurahan-Mu yang besar, Engkau adalah harapanku yang teguh. Ketika memasuki tahun baru ini, aku memohon perlindungan dari godaan setan dan pengikut-pengikutnya. Aku juga memohon pertolongan-Mu untuk menaklukkan hawa nafsu yang sering menggoda untuk berbuat jahat. Aku memohon petunjuk dari-Mu agar setiap aktivitasku sehari-hari dapat mendekatkan diriku pada rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”
- Berdzikir
Seperti halnya awal bulan-bulan lainnya, permulaan bulan Muharram dapat diisi dengan amalan dzikir untuk mengingat Allah SWT, seperti membaca takbir, tahlil, tasbih, dan istighfar.
- Membaca Al-Qur’an
Salah satu amalan malam 1 Muharram yang dapat dilanjutkan saat memasuki hari pertama bulan tersebut adalah tadarus Al-Qur’an. Menurut Majalah Madrasatul Qur’an Times Edisi 1 dalam artikel karya HM Mujab, tadarus Al-Qur’an merupakan aktivitas membaca Al-Qur’an untuk memperdalam pemahaman atau menjaga hafalan dengan cara mengulang bacaan dan melibatkan orang lain sebagai penyimak.
- Salat Sunnah
Di samping menjalankan salat fardhu yang wajib dan tidak boleh ditinggalkan, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak salat sunnah di malam 1 Muharram, selama bukan pada waktu yang dilarang. Jenis salat sunnah yang bisa dilakukan antara lain salat qobliyah, ba’diyah, hajat, Tahajud, tobat, hingga salat Witir.
- Qiyamul Lail
Umat Islam juga dianjurkan menghidupkan malam 1 Muharram dengan memperbanyak ibadah qiyamul lail mulai setelah salat Isya hingga menjelang fajar. Dalam buku Panduan Shalat Lengkap & Praktis Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW karya Ustaz Abdul Kadir Nuhuyanan, qiyamul lail mencakup amalan seperti salat Tarawih, Tahajud, dan Witir.
- Menyiapkan Diri untuk Puasa Sunnah
Pada bulan Muharram, ada puasa sunnah yang bisa dikerjakan untuk menyempurnakan pahala. Pada tanggal 9 Muharram, kita bisa melakukan puasa tasua. Sehari setelahnya pada 10 Muharram, ada puasa Asyura yang bisa dijalankan sebagai amalan sunnah.
- Silaturahmi
Umat Islam juga dianjurkan mempererat hubungan silaturahmi dengan keluarga atau kerabat saat malam 1 Muharram. Hal ini bisa dilakukan dengan mengirimkan ucapan Tahun Baru Islam, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat di media sosial.
- Bersedekah
Sedekah sejatinya bisa dilakukan kapan pun, termasuk pada malam 1 Muharram. Namun, menurut buku 12 Bulan Mulia-Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad As, sedekah juga termasuk salah satu amalan utama yang dianjurkan pada hari Asyura di bulan Muharram.
- Bertobat
Salah satu amalan malam 1 Muharram yang dapat terus dilaksanakan di hari-hari berikutnya adalah memperbanyak tobat. Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk bertobat pada bulan Muharram melalui berbagai amal saleh yang dianjurkan di bulan ini.
- Memakai Celak Mata
Amalan lain yang dapat dilakukan pada malam 1 Muharram adalah menggunakan celak mata. Dalam kitab Kanzun Naja was Surur Di Ad’iyyati Tasyrahus Shudur karya Syekh Abdul Hamid dijelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan memakai celak setiap malam sebelum tidur, dengan mengoleskannya ke kedua mata sebanyak tiga kali.
- Memotong Kuku
Salah satu amalan lainnya yang juga disebutkan dalam sumber yang sama adalah memotong kuku. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengingatkan agar tidak membiarkan kuku tumbuh melebihi 40 hari sejak terakhir kali dipotong.
- Menulis 113 Bismillah
Menulis lafaz Bismillah sebanyak 113 kali pada malam 1 Muharram termasuk amalan yang bisa dilakukan. Dalam kitab Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar karya Imam Muhammad Haqqiy an-Nazily, disebutkan bahwa keutamaan amalan ini adalah untuk memperoleh perlindungan dari Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai musibah dan keburukan sepanjang hidup.
- Membaca Ayat Kursi
Menurut buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali dapat dijadikan amalan pendahulu sebelum memanjatkan doa akhir tahun yang biasanya dibaca usai salat Magrib. Amalan ini dipercaya menjadi bentuk perlindungan sekaligus pengantar sebelum menyambut pergantian tahun.
- Introspeksi Diri dan Muhasabah
Malam pergantian tahun Hijriah menjadi momen yang ideal untuk melakukan introspeksi diri. Umat Islam bisa merenungkan kesalahan serta kekurangan yang terjadi di tahun sebelumnya, sekaligus menetapkan niat dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang akan datang.
Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam. Ia adalah momen yang sarat makna, mengingatkan kita pada hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah—sebuah peristiwa besar yang menandai awal dari perubahan, perjuangan, dan harapan. Bagi umat Islam, pergantian tahun hijriah bisa menjadi titik balik untuk merefleksikan diri dan menata niat baru, bukan hanya dalam ibadah, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Hidup adalah perjalanan, setiap tahun adalah langkah baru. Di bulan Muharram ini, jalani dengan kebijaksanaan dan tekad yang kuat untuk meraih kemenangan akhir. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.

Artikel ini ditulis ulang oleh Muhammad Naji Ukkaasyah
Mahasiswa Umiversitas Amikom Yogyakarta

infaq untuk pendidikan
0 Comments