Kita Semua Berasal Dari Sumber Sperma Yang Menjijikkan
مِنۡ أَیِّ شَیۡءٍ خَلَقَهُۥ ١٨ مِن نُّطۡفَةٍ خَلَقَهُۥ فَقَدَّرَهُۥ ١٩ ثُمَّ ٱلسَّبِیلَ یَسَّرَهُۥ ٢٠ ثُمَّ أَمَاتَهُۥ فَأَقۡبَرَهُۥ
Beberapa potong ayat dari surat abasa ini menjelaskan tentang asal muasal penciptaan manusia sejak dari nutfah (sperma) yang menjijikkan yang dikeluarkan kemaluan seorangl lelaki, kemudian disemai di dalam rahim seorang perempuan yang posisinya didekat lambung yang penuh dengan kotoran, hingga kemudian dilahirkan melalui kemaluan untuk kedua kalinya dari kemaluan perempuan. Setelah jatah kehidupannya usai, Allah mengakhiri kehidupannya dengan mencabut nyawa manusia dan menguburkannya kedalam tanah.
Kematian manusia diawali oleh peristiwa Habil yang dibunuh oleh Qabil. Tentu saja Qabil kebingungan saat Habil mati, seterusnya apa yang harus ia lakukan? Qabil tidak pernah melihat kematian dan bagaimana merawat jenasah yang mati.
فَبَعَثَ ٱللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُرِيَهُۥ كَيْفَ يُوَٰرِى سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَٰوَيْلَتَىٰٓ أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا ٱلْغُرَابِ فَأُوَٰرِىَ سَوْءَةَ أَخِى ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلنَّٰدِمِينَ

Manusia Berasal Dari Mani Yang Menjijikkan
Artinya: “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.”
Pelajaran dari burung gagak bagi Qabil ini menjadi pelajaran yang berharga. Bagaimana tidak edukasi penting tentang bagaimana menguburkan mayat ini dititipkan Allah melalui gagak yang oleh Rasulullah disebut sebagai salah satu hewan fasik yang sunnah dibunuh.
عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «خمسٌ من الدَّوَابِّ كُلُّهُنَّ فَاسِقٌ، يُقْتَلنَ في الحَرَمِ: الغرابُ، وَالحِدَأَةُ، وَالعَقْرَبُ، وَالفَأْرَةُ، وَالكَلْبُ العَقُورُ». وفي رواية: « يقتل خَمْسٌ فَوَاسِق في الْحِلِّ وَالْحَرَمِ ».
[صحيح] – [متفق عليه. وفي مسلم “الغراب الأبقع”]
Dari Aisyah -raḍiyallāhu ‘anhā-, bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Ada lima macam binatang yang semuanya fasik (jahat), diperbolehkan untuk dibunuh di tanah haram (Makkah dan Madinah): Burung gagak, burung rajawali, kalajengking, tikus dan al-kalbul ‘aqūr (anjing ganas). Dalam suatu riwayat disebutkan: Diperbolehkan membunuh lima jenis binatang yang bersifat fasik (jahat) di tanah halal dan di tanah haram (Makkah dan Madinah).
Kita mungkin boleh tidak suka dengan seseorang, tetapi saat ia memendarkan ilmu atau memberi manfaat kepada kita, kenapa tidak kita raih ilmu itu dan kita beristifadah dengannya. Begitu juga didunia birokrasi, ketidak sukaan terhadap pribadi tidak boleh menghalangi kita untuk terus bekerjasama. Siapa tahu program kerja dan kinerja kita menjadi lebih baik dari orang yang tidak kita sukai secara pribadi. Semua manusia berawal dari mani yang menjijikkan, dikeluarkan oleh kemaluan manusia dua kali, dikandung didekat kotoran, dan akan mati menjadi bangkai yang busuk yang dipendam didalam tanah. Apakah yang akan disombongkan hingga tidak berkenan bekerjasama?

infaq untuk pendidikan
0 Comments