Berlebihan itu tidak rasional
Pesona Rasulullah membuat semua sahabat Nabi berlomba ingin meniru semua apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Mereka tidak pernah merasa puas dengan apa yang mereka lihat, mereka berusaha mencari tahu apa yang dilakukan Rasulullah bila tidak berkesempatan membersamai Rasulullah.

islam itu tidak menakutkan
Suatu hari ada tiga kelompok sahabat yang datang ke beberapa rumah dari isteri-isteri Rasulullah. Mereka menanyakan bagaimana ibadah yang yang dilakukan oleh Rasulullah. Pada saat mengetahui apa yang dilakukan Rasul dari para isteri-isterinya, para sahabat merasakan betapa sedikit yang mereka lakukan. Rasul yang sudah diampuni dosa-dosanya dan diselamatkan dari perilaku salah saja ibadahnya masih melebihi para sahabat yang bertanya itu.
Salah seorang dari kelompok yang bertanya itu kemudian memutuskan akan shalat malam selamanya. Kelompok kedua menyatakan akan berpuasa selamanya dan tidak berbuka. Sementara kelompok ketiga mengatakan tidak akan menikah selamanya dan hanya akan menghabiskan waktunya untuk ibadah. Melihat tingkah laku para sahabat ini, Rasulullah kemudian menegur mereka: “kalian yang mengatakan ingin ini dan itu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya akulah yang paling takut pada Allah dan paling bertaqwa, tetapi aku tetap berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur, saya juga menikah. Barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka ia bukan golongan dariku.”
Kisah yang diceritakan dalam hadits ini ada banyak versi. Namun secara umum dari berbagai versi itu menyiratkan semangat sahabat dalam melakukan kebaikan dan keinginan mereka menjadi dekat dengan Allah. Saat mereka mengetahui bahwa hidayah itu dari Rasulullah, mereka bertanya tentang ibadah Rasulullah saat mereka tidak dapat melihatnya di dalam rumah. Tetapi saat mereka tahu ibadah Rasul, ia merasa ibadahnya selama ini sangat sedikit.
Peringatan Rasulullah bahwa ia adalah orang yang paling takut pada Allah, mengingatkan bahwa khash-yah bukanlah tuntutan bagi seorang yang berdosa saja. Rasul mengingatkan bahwa khash-yah atau takut pada Allah bukan dengan cara berlebih-lebihan dalam ibadah hingga memberatkan diri sendiri atau mengabaikan statusnya sebagai makhluk sosial. Ibadah itu bukan untuk sebab takut pada Allah saja tetapi ibadah itu juga merupakan ekspresi kesyukuran.
Kritik Rasulullah terhadap cara berfikir para sahabat yang berusaha melebih-lebihkan melampaui kesempurnaan, mengingatkan kita semua bahwa seseorang yang ingin wusul kepada Allah tidak harus berlebihan. Berlebihan dengan mengabaikan hak atas jasadnya, hak orang lain atas dirinya sebagai makhluk sosial bukanlah kesalihan dan kebaikan. Hingga untuk ini Rasul nyatakan man roghiba an sunnati falaisa minni, mereka yang tidak suka caraku maka bukan bagian dariku. Dengan kata lain Rasulullah menegaskan bahwa berlebihan itu tidak rasional.
Kalimat atazawwajunnisa dalam hadits ini dan dalam riwayat lain annikahu sunnati, merupakan petunjuk bahwa untuk dekat dengan Allah tidak harus mengabaikan pernikahan. Menikah adalah Sunnah. Dari pernikahan ini bahkan dapat diharapkan lahirnya generasi penerus yang melanjutkan dakwah Rasulullah. Karenanya pula Rasulullah bersabda: menikahlah, beranak pinaklah karena aku ingin membanggakan umat yang banyak dihari kiamat nanti. Untuk bisa muncul generasi muslim yang banyak yang dibanggakan Rasulullah tentu harus ada pernikahan bukan? Karenanya menikahlah untuk membuat Rasul senang.
1 Comment
Diba · December 12, 2023 at 3:00 pm
Alhamdulillah sy sudah membuat Rasul senang😁