Manusia Yang Dicipta Lebih Hebat Dari Gunung

Published by Pengasuh Dzinnuha on

Imam Ibn Katsir dalam tafsir ayat والجِبالَ أَرْسَاهَا dari surat an-naziat, mengutip sebuah hadits riwayat Imam Ahmad Ibn Hanbal yang bersumber dari Anas Ibn Malik dan riwayat Ali. Hadits itu mengutip sabda Rasulullah; “saat Allah menciptakan bumi, bumi bergetar seolah memprotes, Ya Allah kau ciptakan manusia dan anak turunnya diatasku, engkau lemparkan bangkai-bangkai mereka kedalamku, dan mereka berbuat keburukan diatasku. Kemudian Allah melemparkan gunung-gunung sebagai paku bumi agar tidak bergetar lagi.”

Para malaikat terpana dengan ciptaan Allah yang berupa gunung-gunung yang menjadi paku bumi ini dan para Malaikat bertanya: “ya Allah adakah ciptaanMu yang lebih hebat dari gunung ini?”
Allah menjawab: “ya, yang lebih hebat dari gunung adalah besi”
Malaikat bertanya lagi: “adakah yang lebih hebat dari besi?”
Allah menjawab: “ya, yang lebih hebat dari besi adalah api.”
Malaikat bertanya lagi: “adakah yang lebih hebat dari api?”
Allah menjawab: “ya, yang lebih hebat dari api adalah air”
Malaikat bertanya lagi: ” adakah yang lebih hebat dari air?”
Allah menjawab: “ya, yang lebih hebat dari air adalah angin”
Malaikat bertanya lagi: “adakah yang lebih hebat dari angin?”
Allah menjawab: “ya, yang lebih hebat dari angin adalah manusia yanb bersedekah dengan tangan kanannya dan menyembunyikan sedekahnya dari tangan kirinya.”

Kisah penciptaan bumi dari tafsir ayat ini memberi pelajaran pada kita manusia, bagaimana sebenarnya bumi pada awalnya menolak keberadaan kita karena perilaku umum kita yang suka berbuat kerusakan dan senang menuruti hawa nafsu. Hingga kemudian Allah mengirimkan gunung-gunung untuk menghentikan getaran hebat bumi yang menolak manusia.

Hingga dalam penciptaan gunung yang digunakan untuk paku bumi ini Allah memberi pelajaran kepada para Malaikat yang takjub dengan penciptaan ini, bahwa diantara orang-orang yang tidak baik yang cenderung merusak bumi, Allah juga ciptakan manusia yang sangat hebat yang kehebatannya melebihi penciptaan gunung, api, air dan angin yaitu manusia-manusia ikhlas yang tidak ingin perilaku baiknya diketahui oleh siapapun termasuk salah satu bagian dari tubuhnya yang tidak harus tahu.

Ikhlas merupakan sifat yang menghampiri perilaku-perilaku manusia yang niatannya tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah. Hingga malaikatpun tidak mencatat keikhlasan seseorang karena ikhlas hanya diketahui Allah dan sangat spesial disisiNya.

Categories: kajian

2 Comments

Diba · December 2, 2023 at 6:36 am

Like postingannya👍
Bagaimana cara mengedukasi ikhlas kepada orang lain?

    Pengasuh Dzinnuha · December 4, 2023 at 8:26 am

    sadari bahwa semua yang kita gunakan beramal dari Allah dan yang menggerakkan kita adalah Allah, maka dimana posisi kebanggaan kita kalau tidak ikhlas?

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *