Zakat dengan Syarat Untuk Bayar Utang

Published by Pengasuh Dzinnuha on

Assalamualaikum.wr. wb. Ada seorang saudara yang  memiliki hutang kepada saya, sudah sangat lama tidak dibayar, saya juga kerepotan menagihnya. Upama saya beri dia zakat dengan syarat dia harus menggunakan uang zakat itu untuk membayar hutangnya kepada saya, apakah itu sah?

Faridul Ilham

+62 812-5878-xxxx

 

JAWABAN :

Walaikum salam.

zakat untuk bayar hutang bolehkah?

Transaksi dengan syarat secara umum tidak diperkenankan.  Sehingga bila pemenuhan zakat disyaratkan seperti itu, maka penyerahannya tidak sah dan zakat tidak gugur serta tidak sah membayar hutang dengan zakat tersebut, lain halnya jika keduanya cuma niat saja, namun tidak mensyaratkannya, maka boleh, sudah mencukupi sebagai zakat dan jika dikembalikan juga hutangnya menjadi lunas. Dalam kitab al majmu’ (6/210-211) dijelaskan:

Jika seseorang mempunyai piutang kepada orang yang kesulitan, kemudian ia hendak menjadikan piutang tersebut sebagai zakatnya, kemudian dia berkata : ” aku menjadikan hutangmu sebagai zakatku “, maka dalam hal ini terdapat 2 wajah pendapat :

  1. pendapat yang ashoh tidaklah mencukupi, ini pendapatnya imam as shoimuri, pendapat madzhabnya imam hanafi dna imam ahmad karena zakat adalah tanggungannya maka tidak bisa bebas kecuali dengan serah terima.
  2. mencukupi, ini adalah madzhabnya hasan bisri dann atho’, karena jikalau zakat tersebut diserahkan kepadanya kemudian diambil lagi maka boleh, begitu juga jika tidak diserahkan zakatnya.

Adapun jika menyerahkan zakat kepadanya dengan syarat dikembalikan lagi sebagai pembayaran hutang, maka penyerahan tersebut tidaklah sah, zakatnya tidak gugur berdasar ittifaq/ kesepakatan ulama. dan pembayaran hutang dengan itu juga tidak sah. Di antara yang menjelaskan masalah ini adalah al qoffal dalam fatwanya, pemilik kitab at tahdzib dalam bab syarat mahar, pemilik kitab al bayan dalam bab ini, imam rofi’i dan selainnya.

Dan jika keduanya berniat hal itu, namun tidak mensyaratkannya maka boleh berdasar ittifaq, sudah mencukupi sebagai zakat dan jika dikembalikan kepadanya sebagai pembayaran hutang maka hutangnya telah terbebas.

Al Baghowi berkata : jika orang yg berhutang berkata : ‘serahkan zakatmu kepadaku, nanti akan kubayar hutangku’, kemudian pemberi hutang melakukannya, maka sudah mencukupi sebagai zakat, penerima sudah memiliki zakat tersebut namun dia tidak wajib menyerahkannya sebagai pembayaran hutang, apabila menyerahkannya sebagai hutang juga sudah mencukui.

Al Qoffal berkata : jika pemilik harta berkata : ‘lunasilah hutangmu kepadaku nanti kukembalikan lagi kepadamu sebagai zakatku’, lalu benar-benar dilunasi, maka sah pelunasannya dan pemilik harta tidak wajib mengembalikan uang itu kepadanya. Pendapat ini disepakati oleh seluruh ulama.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *