“Lân Faddû min Haulik”: Tata Krama Sosial Yang Harus Dipatuhi

Published by Pengasuh Dzinnuha on

patuh tata krama adalah media dakwah

artikel ini ditulis ulang dari cuplikan kajian Gus Baha

Dalam menelusuri jejak kehidupan Sang Nabi Muhammad ﷺ, kita mendapati sebuah pelajaran agung tentang harmoni antara kemuliaan kenabian dan keindahan tata krama sosial. Meskipun beliau ﷺ dianugerahi mukjizat yang melampaui akal budi manusia, seperti peristiwa Mi’raj yang menembus langit, namun beliau tetap terikat dengan hukum dan adab pergaulan dalam masyarakat.

Beliau ﷺ mengajarkan kita, dalam setiap interaksi, pentingnya kelembutan kepada anak kecil, kasih sayang kepada sesama, dan penghormatan kepada yang lebih tua. Bahkan seandainya beliau ﷺ memiliki kemampuan fisik yang luar biasa, seperti terbang melintasi angkasa, namun jika dalam berinteraksi dengan sesama beliau mengabaikan adab, seperti bersikap kasar kepada anak kecil atau tidak menghargai yang lebih tua, niscaya risalah beliau tidak akan diterima oleh khalayak.

Firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 159 menjadi cermin betapa luhurnya akhlak Rasulullah ﷺ:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ ۖ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

Ayat ini dengan jelas menggarisbawahi bahwa kelembutan hati dan tutur kata Rasulullah ﷺ adalah buah dari rahmat Allah SWT. Sebaliknya, sikap keras dan kasar, meskipun datang dari seorang utusan Allah yang didukung oleh kekuatan Ilahi, akan menjauhkan manusia dari beliau.

Ibnu Khaldun, seorang pemikir Muslim terkemuka, dengan penuh hikmah menyatakan:

هذا رسول الله من ايد بالكون كله

“Inilah Rasulullah, sosok yang didukung oleh seluruh alam raya.”

Namun, Ibnu Khaldun melanjutkan dengan sebuah penegasan yang mendalam tentang pentingnya adab sosial:

ولكن مرة واحدة خالف الادب الاجتماعي لافض الناس من حوله

“Tetapi sekali saja beliau melanggar adab sosial, niscaya manusia akan menjauh dari sekelilingnya.”

Pernyataan ini memberikan perspektif yang kuat bahwa meskipun Rasulullah ﷺ memiliki kedudukan yang istimewa dan dukungan dari seluruh alam semesta, namun pelanggaran terhadap tatanan sosial akan berakibat fatal bagi penerimaan risalah beliau. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi etika dan adab dalam berinteraksi dengan sesama manusia, tanpa memandang status atau kedudukan.

Kisah kehidupan Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna bagi kita semua. Beliau ﷺ tidak hanya menyampaikan wahyu Ilahi, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai luhur dalam setiap aspek kehidupannya, termasuk dalam berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat. Kelembutan, kasih sayang, dan penghormatan beliau ﷺ adalah kunci keberhasilan dakwah Islam yang menyentuh hati dan mengubah peradaban.

Oleh karena itu, meneladani Rasulullah ﷺ berarti tidak hanya mengikuti ajaran agama yang beliau bawa, tetapi juga mengamalkan akhlak mulia dan menjaga tata krama sosial dalam setiap langkah kehidupan kita. Inilah wujud nyata dari iman yang sempurna, yang memadukan antara keyakinan yang kokoh dengan perilaku yang santun dan penuh kasih sayang kepada sesama.

 

infaq untuk pendidikan

Categories: artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *