Ibadah Haji Hanya Seperdelapan

Published by Pengasuh Dzinnuha on

Mulai tanggal 11 Mei 2024 jamaah haji Indonesia sudah diterbangkan ke Tanah Suci untuk mengikuti rangkaian ibadah haji, mulai dari Madinah hingga Mekkah. In Sha Allah hari ini jamaah dari Kota Malang mulai diberangkatkan dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya ke Madinah dalam kloter 21,22,23 dan 72 orang jamaah mengikuti kloter 24 campuran dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Surabaya.

Merindu Baitullah Seperdelapan

Setiap tahun pemerintah mengerahkan semua elemen perangkatnya untuk memberikan layanan terbaik bagi mereka yang beruntung bisa pergi haji. Terlepas terdapat kurang dan lebih dalam pelayanan yang diberikan pemerintah. Layanan pemerintah Indonesia adalah pelayanan terbaik di seluruh negara yang memberikan layanan bagi jamaah haji. Layanan haji menjadi gawe besar pemerintah setiap tahunnya karena prosesi ibadah haji dilakukan di negara lain dengan pergerakan massa yang luarbiasa banyaknya.

Namun dari sudut pandang syariat Islam sesungguhnya haji hanyalah seperdelapan dari ajaran Islam yang lain.Berdasar riwayat hadits al-Bazzar, Rasulullah menyatakan bahwa Islam terbagi menjadi delapan bagian; kalimatul Islam/syahadat, shalat, zakat, puasa, haji, amar makruf, nahi mungkar dan jihad fi sabilillah, dan celakalah orang yang tidak mendapatkan satu bagianpun dari delapan bagian itu.

Ibadah haji memang wajib, tetapi kewajiban itu hanya spesifik bagi mereka yang mampu. Mampu sebagaimana dijelaskan dalam banyak tafsir yang mengutip sabda Rasulullah adalah bekal dan perjalanan. Diindonesia “mampu” diartikan bisa mendapat porsi dan sehat.

Posisi haji yang hanya seperdelapan ini, seharusnya dapat dipahami bahwa ia tidak menjadi kewajiban yang harus diada-adakan, hingga kemudian berhutang yang terkadang malah tidak dapat dibayarkan. Ada istilah “porsi batu”, yaitu mereka yang sebenarnya telah mendapat porsi pemberangkatan haji tetapi tidak ada kabar beritanya, ia tidak melunasi dan tidak berkabar apapun.   Jangan-jangan mereka yang punya porsi batu ini karena tidak mampu melunasi. Sementara pemerintah juga tidak bisa menggusur porsi itu.

Posisi ibadah haji yang hanya seperdelapan dan tidak memberi kepastian jaminan surga dan ridla Allah ini, seharusnya dipahami sebagai salah satu jalan menuju ridla Allah. Sehingga “tidak perlu menghalalkan segala cara” untuk bisa berangkat haji.  Ada yang menunda kepulangan umrah dan bersembunyi-sembunyi dari kejaran imigrasi Saudi Arabia untuk bisa menjalankan ibadah haji.

Antrian yang terlalu panjang akibat kebijakan talangan era dahulu membuat mereka yang sudah merasa hampir tidak mungkin daftar haji saat ini untuk keberangkatan tiga puluh tujuh tahun yang akan datang karena perhitungan umur, tentu akan tergelitik untuk menerima berbagai tawaran pemberangkatan yang cepat meski harus membayar ratusan juta rupiah.

Apa tidak boleh menyisihkan “semua hartanya” untuk ibadah haji? Tentu saja boleh, apapun ibadah haji adalah jalan menuju ridla Allah. Tetapi tetap harus diingat bahwa ibadah haji bukan satu-satunya indikator ridla Allah. Dan belum tentu menyentuh esensi keberagamaan. Delapan bagian Islam itu adalah media menuju esensi beragama guna mendapatkan ridla Allah dan berada padalevel yang sama. Ia dibebankan kepada mereka yang berkewajiban saja. Bila belum wajib tidak perlumemaksakan diri, bahkan Allah menyiapkan pahalasetara dengan haji yang dikejar banyak orang dengancara ibadah yang lain bagi yang tidak mampu. Karenanyajangan sampai kita tertipu, seolah sudah sempurnaberagama bila sudah berhaji dan tidak akan sempurnaberagamanya orang yang tidak mampu berhaji.

Banyak ridla Allah diletakkan dipundak mereka yang tidakmampu berhaji tapi mampu menjalankan tujuhperdelapan lainnya. Tidak sedikit pula orang yang bertitel haji bahkan kehilangan ridlanya. Semua hakprerogative Allah, dan kita hanya bisa membaca isyaratridla Allah pada sosok yang semakin santun dan rendahhati. Semakin manusiawi pasca ibadah. Wallahu a’lam

infaq untuk pendidikan

Categories: artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *