Guru Adalah Samudera Bagi Muridnya

Published by Pengasuh Dzinnuha on

Beberapa waktu lalu seorang guru bertanya kepada saya mengapa para guru harus distandarisasikan, sementara murid tidak distandarisasikan?

Seorang guru mempunyai tugas sebagai seorang pendidik tidak sekedar pengajar. Bahkan dia juga harus bisa menjadi pendamping bagi peserta didik, atau saya lebih suka menggunakan bahasa “murid”. Karena guru adalah mata air yang dibutuhkan anak muridnya. Ia sosok pembawa “cahaya Allah” yang disebut dengan ilmu.

Guru adalah samudera bagi para murid, ia dianggap tahu segalanya. Kata-katanya adalah kebenaran. Ia menjadi idola dan seringkali lebih dipercaya oleh muridnya dibanding orang tua murid. Karenanya, standarisasi mutu guru sangat penting sebagai media peningkatan mutu keilmuan peserta didik.

Beberapa langkah yang mungkin bisa ditempuh dalam proses standalisasi guru sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan diantaranya adalah dengan cara berikut:

1. Memastikan kualifikasi dan kompetensi: Standarisasi guru memastikan bahwa setiap guru memiliki kualifikasi akademik yang memadai dan kompetensi yang diperlukan untuk mengajar. Hal ini membantu memastikan bahwa guru memiliki pengetahuan yang sesuai dan dapat menyampaikannya dengan efektif kepada murid.

Seorang murid dituntut memiliki keyakinan terhadap kompetensi keilmuan guru sebagai syarat ia mendapat manfaat dari ilmu yang dipendar guru. Seperti air minum yang disuguhkan kita, bila kita tidak memiliki keyakinan air minum itu menyehatkan dan menyegarkan, tentu akan menimbulkan keraguan bagi kita untuk mengkonsumsinya. Imam Sharafuddin Yahya al-Imriti menyatakan:

اذ الفتى حسب اعتقاده رفع * وكل من لم يعتقد لم ينتفع

Seorang pemuda akan diangkat derajatnya sesuai dengan keyakinannya, bila ia tidak mempunyai keyakinan ia tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa.

Bila seorang guru nampak tidak kompeten dihadapan muridnya, ia tidak akan mampu memberi manfaat kepada muridnya.

2. Mendorong pengembangan profesional: Standarisasi guru mendorong pengembangan profesional terus-menerus. Guru diharapkan terus berpartisipasi dalam pelatihan dan pendidikan tambahan untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Ini berarti bahwa mereka akan terus mengikuti perkembangan terbaru dalam bidang pendidikan dan menerapkan praktik terbaik dalam pengajaran.

mengajar dengan tulus

Imam Abdullah Ibn Alwy Al Haddad menyatakan:

اذا رايت العالم يفيد بقوله دون فعله فاعلم أنه ناقص

seorang guru yang kata-katanya penuh manfaat tetapi perilakunya tidak memberi tauladan, maka dia mempunyai kekurangan.

Seorang guru harus memacu murid untuk tidak berhenti belajar, tetapi kalau guru itu sendiri tidak berupaya meng update keilmuannya, tentu murid tidak mendapatkan keteladanan dari kewajiban tidak berhenti belajar.

3. Menetapkan harapan yang jelas: Standarisasi guru memberikan pengarahan yang jelas tentang apa yang diharapkan dari seorang guru dalam hal kualitas pengajaran, keterampilan mengajar, etika profesional, dan tanggung jawab mereka. Hal ini membantu menghasilkan pengajaran yang konsisten dan berfungsi sebagai panduan untuk guru tentang apa yang dapat diharapkan dari mereka.

4. Meningkatkan pemantauan dan evaluasi: Melalui standarisasi, pengawasan dan evaluasi kinerja guru menjadi lebih sistematis dan terstruktur. Proses ini memungkinkan untuk mengidentifikasi kelemahan dan memberikan umpan balik yang sesuai untuk meningkatkan pengajaran. Melalui pemantauan dan evaluasi yang efektif, masalah dapat diatasi sebelum mereka mempengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan.

5. Meningkatkan akuntabilitas: Standarisasi guru menumbuhkan rasa tanggung jawab dan akuntabilitas di antara guru. Dengan adanya standar yang jelas, guru memiliki garis panduan untuk menjalankan tugas mereka dengan pengawasan yang lebih baik. Proses akuntabilitas ini penting untuk memastikan bahwa guru bertanggung jawab atas kualitas pengajaran mereka dan bahwa mereka memenuhi standar yang ditetapkan.

Secara keseluruhan, standarisasi guru membantu membangun dan mempertahankan kualitas pendidikan yang tinggi dengan memastikan bahwa setiap guru memenuhi kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang diperlukan. Hal ini penting untuk memberikan pengajaran yang efektif kepada siswa dan meningkatkan hasil pendidikan secara keseluruhan.

Cintai profesi anda sebagai guru, maka upaya standarisasi melalui proses pendidikan, pelatihan tidak akan menjadi beban, bahkan akan menjadi nikmat tambahan karena semakin luas pengetahuan akan semakin banyak yang bisa ditularkan pada anak didik. Tetaplah semangat.

infaq untuk pendidikan

 

Categories: artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *