Jomblo Mencari Wanita Sempurna

Published by Pengasuh Dzinnuha on

Seringkali seseorang sabar menjomblo karena sibuk mencari isteri atau pasangan yang ideal yang sempurna tanpa cacat. Tentu saja hal ini sulit dilakukan.

Dikisahkan dari riwayat Abi Ma’syar : ada seorang lelaki yang karena sering terluka oleh perempuan. Ia kemudian bersumpah bahwa ia tidak akan menikah kecuali sudah bermusyawarah dengan 100 orang, agar tidak menderita lagi dengan cobaan perempuan itu.

Tidak ada mawar tak berduri

Kemudian dia musyawarah dengan 99 orang. Sampai akhirnya kurang satu. Iapun keluar rumah dan akan bertanya siapapun yang ditemui. Kemudian ia menemui seorang gila yang menggunakan kalung dari tulang dan wajahnya yang hitam. Ia menjadikan rotan seperti kuda dg cemeti.

Lelaki itu kemudian bersalam dan bertanya; aku akan bertanya padamu satu hal. Orang gila itu berkata; “bertanyalah yang penting bagimu dan jangan sampai bertanya hal yang tidak penting.”

Kemudian lelaki itu berkata; “saya adalah seorang yang menderita karena cobaan wanita. Untuk itu saya bersumpah tidak akan menikah kecuali bertanya pada 100 orang. Dan engkau adalah orang keseratus, bagaimana pendapatmu tentang wanita.”

Orang gila itu kemudian berkata: ketahuliah wanita itu ada tiga: satu wanita bermanfaat untukmu, satu wanita menjadi bebanmu dan satu wanita tidak akan bermanfaat dan tidak akan menjadi bebanmu.

Yang pertama; Wanita yang bermanfaat untuk mu, adalah wanita yang cerdas yang tidak pernah disentuh lelaki. Bila ia melihat kebaikan ia akan memuji pada Allah, apa bila melihat keburukan, ia akan berkata semua lelaki seperti itu.

Yang kedua; wanita yang menjadi beban adalah wanita yang mempunyai anak dari selainmu, dia melepas pakaiannya pada banyak lelaki dan mengumpulkan (harta) untuk anaknya.

Yang ketiga wanita yang tidak bermanfaat dan tidak membebanimu adalah wanita yang sudah menikah dengan selainmu sebelum kamu. Bila melihat kebaikan dia akan berkata saya suka ini bila melihat keburukan ia akan bercerita kasih sayang suami terdahulu.

Lelaki itu kemudian bertanya pada orang gila itu “apa yang kamu lakukan dengan itu semua” Orang gila itu berkata: “bukankah aku telah berkata jangan bertanya sesuatu yang tidak penting bagimu/bukan urusanmu?”  Lelaki itu berkata: “aku bersumpah untuk memintamu memberitahukannya”  Orang gila itu kemudian menjawab: “lho begitu itu namanya bukan bertanya tetapi minta keputusan” 

Orang gila itu kemudian berkata: “kalau saya memilih apa yang kamu lihat (pendapatmu) dibanding memperisteri perempuan.” Orang gila itu kemudian pergi dan meninggalkan.

Inti dari cerita ini adalah sebuah bukti bahwa sebenarnya tidak ada mawar yang tak berduri, tidak ada wanita sempurna seperti lelaki juga tidak sempurna. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling menyempurnakan bukan untuk memaksa pasangan untuk sempurna dan kita hanya mengambil manfaatnya, tanpa memberi manfaat. Wallahu a’lam

Ditulis: Bunyai Raudloh Quds Mustofa

 

infaq untuk pendidikan

Categories: artikel

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *