{"id":703,"date":"2025-08-21T01:40:27","date_gmt":"2025-08-21T01:40:27","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703"},"modified":"2025-08-21T01:41:52","modified_gmt":"2025-08-21T01:41:52","slug":"doa-rabbi-%e1%b8%a5asibni-%e1%b8%a5isaban-yasiran-dalam-perspektif-tafsir-dan-hadits","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703","title":{"rendered":"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits"},"content":{"rendered":"<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\nBiasanya kita dianjurkan membaca doa <em>\u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d<\/em> setiap kali mengakhiri surat al-Ghasiyah. Doa <em>\u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d<\/em> ini merupakan doa yang bersumber dari Al-Qur\u2019an (QS. Al-Insyiq\u0101q: 7\u20138) dan diperkuat oleh penjelasan Nabi Muhammad \ufdfa dalam hadits-hadits sahihnya. Doa ini menggambarkan permohonan seorang hamba agar Allah memberikan hisab yang ringan pada hari kiamat.<\/p>\n<p>Artikel terinspirasi pernyataan Habib Husein Ibn Alwy Binagil yang menyatakan bahwa doa ini adalah permohonan agar ada pengabaian hisab yang detail karena pasti merugikan seorang hamba.<\/p>\n<p>Artikel ini berupaya menganalisis konsep<em> his\u0101ban yas\u012bran<\/em> melalui pendekatan tafsir klasik dan hadits Nabi \ufdfa. Hasil kajian menunjukkan bahwa hisaban yas\u012bran adalah <em>al-\u2018ar\u1e0du<\/em>, yaitu sekadar pemaparan amal tanpa pemeriksaan rinci, yang kemudian ditutup dengan rahmat Allah. Konsep ini mengandung dimensi teologis tentang keterbatasan amal manusia, pengharapan penuh pada rahmat Allah, serta keseimbangan antara rasa takut (khauf) dan pengharapan (raj\u0101\u2019). Dengan demikian, doa ini tidak hanya menjadi permohonan akhirat, tetapi juga pedoman etis untuk membentuk kerendahan hati dan ketergantungan total kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.<br \/>\nKata Kunci: his\u0101ban yas\u012bran, tafsir, hadits, hisab, eskatologi Islam<\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><br \/>\nHisab merupakan salah satu konsep fundamental dalam eskatologi Islam. Setiap manusia akan dihisab berdasarkan amal perbuatannya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur\u2019an: <em>\u201cMaka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya)\u201d<\/em> (QS. Al-Zalzalah: 7). Namun, dalam QS. Al-Insyiq\u0101q: 7\u20138, Allah Swt. menyebutkan adanya hamba-hamba yang akan mendapatkan hisaban yas\u012bran (hisab yang ringan).<\/p>\n<p>Doa<em> \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d<\/em> menjadi simbol harapan seorang mukmin agar dihadapkan pada bentuk hisab yang penuh rahmat, bukan hisab yang detail dan membinasakan. Kajian ini penting karena menghadirkan pemahaman yang seimbang antara keadilan Allah yang pasti menuntut pertanggungjawaban dan rahmat Allah yang memberikan keselamatan.<\/p>\n<p><strong>Kajian Pustaka<\/strong><br \/>\n<strong>1. Tafsir Al-Qur\u2019an<\/strong><br \/>\nIbn Katsir (1999) menafsirkan hisaban yas\u012bran sebagai hisab yang ringan, yakni pemaparan amal-amal seorang hamba tanpa perdebatan rinci, lalu Allah mengampuni kekurangannya dengan rahmat-Nya. Hal ini disebut al-\u2018ar\u1e0du, bukan pemeriksaan mendetail yang berujung pada siksaan.[1]<br \/>\nAl-Qur\u1e6dub\u012b (2006) menambahkan bahwa hisaban yas\u012bran adalah bentuk kemuliaan Allah bagi hamba-Nya yang beriman. Sebaliknya, siapa yang dihisab dengan detail (n\u016bqi\u0161a), pasti akan celaka, sebab manusia tidak mungkin selamat dari kesalahan sekecil apa pun.[2]<\/p>\n<p><strong>2. Hadits Nabi<\/strong><br \/>\nHadits sahih riwayat al-Bukh\u0101r\u012b dan Muslim dari \u2018\u0100isyah r.a. menegaskan makna ayat ini. Rasulullah \ufdfa bersabda<em>: \u201cBarangsiapa dihisab dengan detail, maka ia akan disiksa.<\/em>\u201d \u2018\u0100isyah bertanya: <em>\u201cBukankah Allah berfirman: \u2018Ia akan dihisab dengan hisaban yang ringan\u2019?\u201d<\/em> Beliau menjawab<em>: \u201cItu hanyalah al-\u2018ar\u1e0du (sekadar pemaparan amal). Barangsiapa diteliti secara rinci, ia pasti binasa.\u201d<\/em> (HR. al-Bukh\u0101r\u012b, no. 6536; Muslim, no. 2876).<\/p>\n<p><strong>Analisis dan Pembahasan<\/strong><br \/>\n<strong>1. Makna Teologis Hisaban Yas\u012bran<\/strong><br \/>\nDoa ini mencerminkan tiga aspek teologis:<\/p>\n<ul>\n<li>Kesadaran akan keterbatasan amal: Amal sebesar apa pun tidak mampu menandingi nikmat Allah. Padahal hisab atau perhitungan amal juga memperbandingkan antara nikmat dan amal apa yang dilakukan seorang hamba. Kesadaran ini melahirkan kerendahan hati di hadapan Allah.<\/li>\n<li>Ketergantungan pada rahmat Allah: Surga adalah indikator ridla Allah, karenanya ia tidak bisa diraih dengan amal semata, melainkan rahmat Allah yang diberikan kepada orang-orang yang diridlainya. Rasulullah \ufdfa menegaskan:<em> \u201cTidak seorang pun dari kalian masuk surga karena amalnya\u2026 kecuali bila Allah meliputinya dengan rahmat-Nya.\u201d<\/em> (HR. Muslim, no. 2816).<\/li>\n<li>Keseimbangan khauf dan raj\u0101\u2019: Seorang mukmin yang memahami tentang artikeadilan Allah yang Maha teliti, pasti akan tumbuh dalam dirinya sifat khauf atau khawatir amalnya tidak diterima. Karenanya dia butuh mewarnai hatinya dengan penuh harap akan rahmat-Nya. Keseimbangan khauf dan raja akan melahirkan perbaikan perilaku dan kualitas amal ibadah menjadi lebih baik.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Dimensi Spiritual dan Etis<\/strong><br \/>\nDoa ini mengajarkan sikap spiritual yang penting dalam kehidupan seorang muslim:<\/p>\n<ul>\n<li>Rendah hati: Tidak membanggakan amal, melainkan menyadari kekurangannya.<\/li>\n<li>Optimisme religius: Selalu berharap kepada Allah meski amalnya terbatas.<\/li>\n<li>Motivasi etis: Beramal bukan untuk riya\u2019, melainkan sebagai pengabdian yang murni.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>3. Relevansi Kontemporer<\/strong><br \/>\nDalam konteks kehidupan modern, doa ini mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak dalam formalisme ibadah tanpa ruh kerendahan hati. Di tengah budaya yang menekankan prestasi dan pencapaian, doa ini meneguhkan bahwa keselamatan sejati tidak ditentukan oleh kalkulasi manusia, melainkan oleh rahmat Allah yang Maha Luas.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nMakna doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d berdasarkan tafsir dan hadits adalah permohonan agar Allah memperlakukan hamba dengan hisab yang ringan, yakni sekadar pemaparan amal tanpa pemeriksaan rinci, lalu menyelamatkannya dengan rahmat. Konsep ini memiliki implikasi teologis bahwa manusia tidak boleh bersandar pada amalnya, melainkan pada rahmat Allah.<br \/>\nSecara spiritual, doa ini mendidik seorang muslim untuk bersikap rendah hati, penuh harap, dan seimbang antara takut dan harap. Secara etis, doa ini memotivasi agar amal saleh dijalankan dengan ikhlas, bukan untuk riya\u2019 atau kebanggaan diri.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br \/>\n\u2022 Al-Qur\u1e6dub\u012b. (2006). al-J\u0101mi\u2018 li A\u1e25k\u0101m al-Qur\u2019\u0101n. Beirut: D\u0101r al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah.<br \/>\n\u2022 Ibn Katsir, Ism\u0101\u2018\u012bl ibn \u2018Umar. (1999). Tafs\u012br al-Qur\u2019\u0101n al-\u2018A\u1e93\u012bm. Beirut: D\u0101r al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah.<br \/>\n\u2022 Muslim ibn al-\u1e24ajj\u0101j. (2000). \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim. Riyadh: D\u0101r \u1e6cayyibah.<br \/>\n\u2022 Al-Bukh\u0101r\u012b, Mu\u1e25ammad ibn Ism\u0101\u2018\u012bl. (1997). \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 al-Bukh\u0101r\u012b. Beirut: D\u0101r Ibn Kathir.<\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 596px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"586\" class=\"size-full wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abstrak Biasanya kita dianjurkan membaca doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d setiap kali mengakhiri surat al-Ghasiyah. Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d ini merupakan doa yang bersumber dari Al-Qur\u2019an (QS. Al-Insyiq\u0101q: 7\u20138) dan diperkuat oleh penjelasan Nabi Muhammad \ufdfa dalam hadits-hadits sahihnya. Doa ini menggambarkan permohonan seorang hamba agar Allah memberikan hisab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[71,69,70,68,48],"class_list":["post-703","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-eskatologi-islam","tag-hadits","tag-hisab","tag-hisaban-yasiran","tag-tafsir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Abstrak Biasanya kita dianjurkan membaca doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d setiap kali mengakhiri surat al-Ghasiyah. Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d ini merupakan doa yang bersumber dari Al-Qur\u2019an (QS. Al-Insyiq\u0101q: 7\u20138) dan diperkuat oleh penjelasan Nabi Muhammad \ufdfa dalam hadits-hadits sahihnya. Doa ini menggambarkan permohonan seorang hamba agar Allah memberikan hisab [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-21T01:40:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T01:41:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"586\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"586\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"santri dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"santri dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703\"},\"author\":{\"name\":\"santri dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a1ce8518aa8fb865a666241200321b92\"},\"headline\":\"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits\",\"datePublished\":\"2025-08-21T01:40:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T01:41:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703\"},\"wordCount\":836,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"keywords\":[\"eskatologi Islam\",\"hadits\",\"hisab\",\"his\u0101ban yas\u012bran\",\"tafsir\"],\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703\",\"name\":\"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"datePublished\":\"2025-08-21T01:40:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T01:41:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"width\":586,\"height\":586,\"caption\":\"jangan lupa infaq untuk pendidikan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=703#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/a1ce8518aa8fb865a666241200321b92\",\"name\":\"santri dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fb3a11bc4708a2a870f9fda8898d919a0617f86dad1b3f7de00ca0f8d7620d60?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fb3a11bc4708a2a870f9fda8898d919a0617f86dad1b3f7de00ca0f8d7620d60?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fb3a11bc4708a2a870f9fda8898d919a0617f86dad1b3f7de00ca0f8d7620d60?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"santri dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Abstrak Biasanya kita dianjurkan membaca doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d setiap kali mengakhiri surat al-Ghasiyah. Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d ini merupakan doa yang bersumber dari Al-Qur\u2019an (QS. Al-Insyiq\u0101q: 7\u20138) dan diperkuat oleh penjelasan Nabi Muhammad \ufdfa dalam hadits-hadits sahihnya. Doa ini menggambarkan permohonan seorang hamba agar Allah memberikan hisab [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-08-21T01:40:27+00:00","article_modified_time":"2025-08-21T01:41:52+00:00","og_image":[{"width":586,"height":586,"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","type":"image\/png"}],"author":"santri dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"santri dzinnuha","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703"},"author":{"name":"santri dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/a1ce8518aa8fb865a666241200321b92"},"headline":"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits","datePublished":"2025-08-21T01:40:27+00:00","dateModified":"2025-08-21T01:41:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703"},"wordCount":836,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","keywords":["eskatologi Islam","hadits","hisab","his\u0101ban yas\u012bran","tafsir"],"articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703","name":"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","datePublished":"2025-08-21T01:40:27+00:00","dateModified":"2025-08-21T01:41:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#primaryimage","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","width":586,"height":586,"caption":"jangan lupa infaq untuk pendidikan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=703#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Doa \u201cRabbi \u1e25\u0101sibn\u012b \u1e25is\u0101ban yas\u012bran\u201d dalam Perspektif Tafsir dan Hadits"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/a1ce8518aa8fb865a666241200321b92","name":"santri dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb3a11bc4708a2a870f9fda8898d919a0617f86dad1b3f7de00ca0f8d7620d60?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb3a11bc4708a2a870f9fda8898d919a0617f86dad1b3f7de00ca0f8d7620d60?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fb3a11bc4708a2a870f9fda8898d919a0617f86dad1b3f7de00ca0f8d7620d60?s=96&d=mm&r=g","caption":"santri dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=3"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=703"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":704,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/703\/revisions\/704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}