{"id":688,"date":"2025-07-29T09:38:17","date_gmt":"2025-07-29T09:38:17","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688"},"modified":"2025-07-29T09:42:06","modified_gmt":"2025-07-29T09:42:06","slug":"menghargai-penghantar-cahaya-ke-dalam-jiwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688","title":{"rendered":"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_555\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-555\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"size-medium wp-image-555\" srcset=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-300x300.jpg 300w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-150x150.jpg 150w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-768x768.jpg 768w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-1536x1536.jpg 1536w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-555\" class=\"wp-caption-text\">belajar dari kyai<\/p><\/div>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"83\">Kadang saya termenung lama di hadapan secangkir kopi. Di antara kepulan uapnya, saya melihat bayangan guru-guruku\u2014duduk di pojok kelas, atau berdiri di atas mimbar, atau bersila di langgar kecil sambil membolak-balik lembar kitab yang sudah rapuh kertasnya. Mereka datang bukan membawa emas, bukan pula janji kekuasaan. Tapi mereka datang membawa cahaya. Cahaya itu bernama: <strong data-start=\"463\" data-end=\"471\">ilmu<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"474\" data-end=\"696\">Ilmu itu seperti air. Tapi bukan sembarang air. Ia air langit. Bersih, suci, dan memancar dari wahyu. Dan seperti halnya air, kita butuh wadah untuk menampungnya. Bayangkan kalau wadah itu kotor\u2014apakah kita mau meminumnya?<\/p>\n<p data-start=\"698\" data-end=\"812\">Wadah itu\u2026 adalah <strong data-start=\"716\" data-end=\"724\">hati<\/strong>. Dan yang membersihkan hati, sebelum ilmu itu masuk, adalah <strong data-start=\"785\" data-end=\"793\">adab<\/strong>. Adab kepada guru.<\/p>\n<p data-start=\"814\" data-end=\"1043\">Tapi sekarang, banyak wadah yang pecah sebelum sempat diisi. Banyak yang lebih ingin terkenal daripada menjadi alim. Lebih ingin viral daripada memahami. Dan lebih merasa pantas menilai guru, daripada menimba hikmah dari gurunya.<\/p>\n<p data-start=\"1045\" data-end=\"1082\">Padahal sudah diingatkan oleh Nabi:<\/p>\n<blockquote data-start=\"1083\" data-end=\"1229\">\n<p data-start=\"1085\" data-end=\"1229\"><em data-start=\"1085\" data-end=\"1133\">&#8220;\u0645\u0646 \u0627\u0633\u062a\u062e\u0641 \u0628\u0623\u0633\u062a\u0627\u0630\u0647 \u0627\u0628\u062a\u0644\u0627\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u0628\u062b\u0644\u0627\u062b\u0629 \u0623\u0634\u064a\u0627\u0621&#8230;&#8221;<\/em><br data-start=\"1133\" data-end=\"1136\" \/>Barang siapa <strong data-start=\"1149\" data-end=\"1171\">meremehkan gurunya<\/strong>, maka Allah akan menimpakan <strong data-start=\"1200\" data-end=\"1216\">tiga musibah<\/strong> kepadanya:<\/p>\n<\/blockquote>\n<ol data-start=\"1230\" data-end=\"1404\">\n<li data-start=\"1230\" data-end=\"1275\">\n<p data-start=\"1233\" data-end=\"1275\"><strong data-start=\"1233\" data-end=\"1241\">Lupa<\/strong> akan apa yang telah dihafalnya,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1276\" data-end=\"1321\">\n<p data-start=\"1279\" data-end=\"1321\"><strong data-start=\"1279\" data-end=\"1295\">Tumpul lisan<\/strong> saat menyampaikan ilmu,<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1322\" data-end=\"1404\">\n<p data-start=\"1325\" data-end=\"1404\"><strong data-start=\"1325\" data-end=\"1341\">Hidup miskin<\/strong> di akhir hayatnya.<br data-start=\"1360\" data-end=\"1363\" \/>(Kif\u00e2yatul Atqiya&#8217; wa Minh\u00e2j al-Ashfiya\u2019)<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"1406\" data-end=\"1409\" \/>\n<p data-start=\"1411\" data-end=\"1653\">Saya pernah membaca \u00a0buku yang disana saya diminta membuat kata pengantarnya Judulnya: <em data-start=\"1443\" data-end=\"1497\">Seribu Satu Suara Hati Guru (Ketika Hukum Mengancam)<\/em>. Bukan novel. Bukan cerpen. Tapi setiap lembarnya seperti puisi getir. Tentang mereka yang mendidik dalam diam, namun justru dilukai oleh kebisingan dunia.<\/p>\n<p data-start=\"1655\" data-end=\"1953\">Ada kisah dari Demak. Seorang guru ngaji\u2014yang seharusnya dihormati karena ia menanamkan akhlak\u2014malah diminta mengganti kerugian 25 juta rupiah. Bukan karena mencuri, bukan karena menyakiti dengan tangan. Tapi hanya karena mengingatkan keras seorang anak yang melempar sandal ke arah kepala gurunya.<\/p>\n<p data-start=\"1955\" data-end=\"2165\">Lalu saya bertanya pada diri sendiri, dan mungkin juga pada anda:<br data-start=\"2023\" data-end=\"2026\" \/><em data-start=\"2026\" data-end=\"2074\">Masihkah bangsa ini tahu cara memuliakan guru?<\/em><br data-start=\"2074\" data-end=\"2077\" \/>Masihkah kita menanamkan kalimat suci dari kitab <em data-start=\"2126\" data-end=\"2148\">Ta&#8217;lim al-Muta&#8217;allim<\/em> yang berbunyi:<\/p>\n<blockquote data-start=\"2166\" data-end=\"2221\">\n<p data-start=\"2168\" data-end=\"2221\"><em data-start=\"2168\" data-end=\"2221\">&#8220;Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.&#8221;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"2223\" data-end=\"2328\">Apa gunanya sekolah tinggi kalau kita lupa cara menunduk di depan orang yang membuat kita mengerti huruf?<\/p>\n<p data-start=\"2330\" data-end=\"2456\">Apa makna ijazah dan gelar, kalau kita dengan enteng memperkarakan guru hanya karena mereka mendidik dengan keras tapi ikhlas?<\/p>\n<p data-start=\"2458\" data-end=\"2625\">Guru, wahai para pengambil kebijakan, bukanlah tersangka. Mereka penjaga pintu langit. Tanpa mereka, anak-anak kita hanyalah robot\u2014cerdas menghitung tapi lupa menyapa.<\/p>\n<hr data-start=\"2627\" data-end=\"2630\" \/>\n<p data-start=\"2632\" data-end=\"2703\">Saya sendiri tumbuh dari dunia pesantren. Dunia yang mengajarkan bahwa<\/p>\n<blockquote data-start=\"2704\" data-end=\"2795\">\n<p data-start=\"2706\" data-end=\"2795\"><em data-start=\"2706\" data-end=\"2742\">&#8220;Laula murabbi lama araftu rabbi.&#8221;<\/em><br data-start=\"2742\" data-end=\"2745\" \/><em data-start=\"2745\" data-end=\"2795\">Andai tanpa guru, aku tak akan mengenal Tuhanku.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"2797\" data-end=\"2947\">Dan karena itu, saya percaya: menghormati guru bukan hanya tugas seorang murid. Tapi <strong data-start=\"2881\" data-end=\"2914\">tanggung jawab seluruh bangsa<\/strong>. Termasuk negara. Termasuk kita.<\/p>\n<p data-start=\"2949\" data-end=\"3159\">Kalau kita terus membiarkan guru-guru berjalan di atas jerat hukum yang rapuh, jangan salahkan jika suatu hari kita hanya punya sistem\u2026 tapi tidak punya jiwa. Kita punya pendidikan\u2026 tapi tidak punya <em data-start=\"3148\" data-end=\"3159\">pendidik.<\/em><\/p>\n<hr data-start=\"3161\" data-end=\"3164\" \/>\n<p data-start=\"3166\" data-end=\"3318\">Mari jaga gelas kita. Bersihkan hatimu dengan adab, sebelum minta diisi ilmu. Karena cahaya tak akan sudi tinggal di tempat yang penuh debu kesombongan.<\/p>\n<p data-start=\"3320\" data-end=\"3407\">Dan guru, lebih dari sekadar pengajar, adalah <strong data-start=\"3366\" data-end=\"3406\">pengantar cahaya Tuhan ke dalam jiwa<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"3409\" data-end=\"3472\">Kalau kau tak bisa menghormatinya, setidaknya jangan kau lukai.<\/p>\n<hr data-start=\"3474\" data-end=\"3479\" \/>\n<p data-start=\"3480\" data-end=\"3611\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><em data-start=\"3480\" data-end=\"3537\">\u2014 Ditulis di dalam perjalanan pulang ngantor diantara senyap sore dan bunyi azan maghrib.<\/em><br data-start=\"3537\" data-end=\"3540\" \/><em data-start=\"3540\" data-end=\"3611\" data-is-last-node=\"\">Kata orang tua-tua dulu: kalau adabmu baik, ilmu akan datang sendiri<\/em><\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 596px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"586\" class=\"size-full wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kadang saya termenung lama di hadapan secangkir kopi. Di antara kepulan uapnya, saya melihat bayangan guru-guruku\u2014duduk di pojok kelas, atau berdiri di atas mimbar, atau bersila di langgar kecil sambil membolak-balik lembar kitab yang sudah rapuh kertasnya. Mereka datang bukan membawa emas, bukan pula janji kekuasaan. Tapi mereka datang membawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[64,21,65,59],"class_list":["post-688","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-guru","tag-ilmu","tag-kriminalisasi-guru","tag-membaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kadang saya termenung lama di hadapan secangkir kopi. Di antara kepulan uapnya, saya melihat bayangan guru-guruku\u2014duduk di pojok kelas, atau berdiri di atas mimbar, atau bersila di langgar kecil sambil membolak-balik lembar kitab yang sudah rapuh kertasnya. Mereka datang bukan membawa emas, bukan pula janji kekuasaan. Tapi mereka datang membawa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-29T09:38:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-29T09:42:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688\"},\"author\":{\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\"},\"headline\":\"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa\",\"datePublished\":\"2025-07-29T09:38:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-29T09:42:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688\"},\"wordCount\":531,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-300x300.jpg\",\"keywords\":[\"Guru\",\"ilmu\",\"Kriminalisasi guru\",\"membaca\"],\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688\",\"name\":\"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-300x300.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-29T09:38:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-29T09:42:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":2048,\"caption\":\"belajar dari kyai\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=688#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\",\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pengasuh Dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Kadang saya termenung lama di hadapan secangkir kopi. Di antara kepulan uapnya, saya melihat bayangan guru-guruku\u2014duduk di pojok kelas, atau berdiri di atas mimbar, atau bersila di langgar kecil sambil membolak-balik lembar kitab yang sudah rapuh kertasnya. Mereka datang bukan membawa emas, bukan pula janji kekuasaan. Tapi mereka datang membawa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-07-29T09:38:17+00:00","article_modified_time":"2025-07-29T09:42:06+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":2048,"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Pengasuh Dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pengasuh Dzinnuha","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688"},"author":{"name":"Pengasuh Dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55"},"headline":"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa","datePublished":"2025-07-29T09:38:17+00:00","dateModified":"2025-07-29T09:42:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688"},"wordCount":531,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-300x300.jpg","keywords":["Guru","ilmu","Kriminalisasi guru","membaca"],"articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688","name":"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k-300x300.jpg","datePublished":"2025-07-29T09:38:17+00:00","dateModified":"2025-07-29T09:42:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#primaryimage","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Gemini_Generated_Image_oe6k2noe6k2noe6k.jpg","width":2048,"height":2048,"caption":"belajar dari kyai"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=688#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menghargai penghantar cahaya ke dalam jiwa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55","name":"Pengasuh Dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pengasuh Dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=688"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":693,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/688\/revisions\/693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}