{"id":676,"date":"2025-07-23T12:38:50","date_gmt":"2025-07-23T12:38:50","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676"},"modified":"2025-07-23T14:51:13","modified_gmt":"2025-07-23T14:51:13","slug":"santri-adalah-anak-anak-ruhani-para-kyai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676","title":{"rendered":"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_514\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-514\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"size-medium wp-image-514\" srcset=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-300x300.jpg 300w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-150x150.jpg 150w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-768x768.jpg 768w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-514\" class=\"wp-caption-text\">anak dan bapak ruhani<\/p><\/div>\n<p data-start=\"262\" data-end=\"681\">Saat bertemu dengan alumni Nurul Huda Mergosono, ia memandang saya lekat-lekat dengan mata berkaca-kaca dan berkata: &#8220;satu hal gus, saya tidak pernah lupa dari Abah Masduqi, saat bapak saya meninggal dunia, Abah Masduqi berkata: &#8220;nak, jangan terlalu berduka, bapakmu telah selesai urusannya didunia, sekarang bapakmu adalah aku, kalau ada apa-apa datang ke pondok nurul huda. aku bapakmu siap membantumu.&#8221;<\/p>\n<p data-start=\"262\" data-end=\"681\">Di dunia pesantren, hubungan antara kiai dan santri memang bukan sekadar hubungan guru dan murid. Lebih dari itu, ia adalah hubungan ruhani yang penuh kasih, pengayoman, dan tanggung jawab mendalam. Setiap doa senantiasa saling dipendar oleh kyai dan santri. Memang seorang kiai sejati selalu menganggap santri-santrinya sebagai anak-anaknya sendiri. Pandangan ini tak hanya lahir dari tradisi pesantren yang kuat, tetapi juga berakar dari keteladanan Rasulullah \ufdfa dalam memperlakukan umatnya.<\/p>\n<p data-start=\"683\" data-end=\"799\">Rasulullah \ufdfa tidak memandang umatnya hanya sebagai pengikut, tetapi sebagai anak-anaknya sendiri. Dalam tafsir ayat:<\/p>\n<blockquote data-start=\"801\" data-end=\"910\">\n<p data-start=\"803\" data-end=\"910\"><strong data-start=\"803\" data-end=\"840\">\u0648\u064e\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u064f\u0647\u064f\u06e5\u0653 \u0623\u064f\u0645\u0651\u064e\u0647\u064e\u0670\u062a\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652\u06da<\/strong><br data-start=\"840\" data-end=\"843\" \/><em data-start=\"845\" data-end=\"892\">&#8220;Dan istri-istri Nabi adalah ibu-ibu mereka.&#8221;<\/em> (QS. Al-Ahzab: 6)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"912\" data-end=\"1165\">Para ulama memahaminya bahwa jika istri-istri Nabi adalah ibu bagi umat, maka Nabi adalah ayah bagi mereka. Maka, beliau adalah <em data-start=\"1040\" data-end=\"1055\">abun ruhiyyun<\/em>\u2014ayah secara spiritual\u2014yang mencintai, membimbing, dan mengasihi umatnya dengan kelembutan yang tiada banding.<\/p>\n<p data-start=\"1167\" data-end=\"1501\">Makna ini diperkuat dalam beberapa tafsir yang menyebutkan bahwa kelak di akhirat, Rasulullah akan dikumpulkan bersama umatnya, sebagaimana seorang ayah bersama anak-anaknya. Bahkan, umat yang berada di surga kelak menjadi kebanggaan Rasulullah, sebagaimana anak-anak yang menjadi <em data-start=\"1448\" data-end=\"1463\">qurrata a\u2019yun<\/em>\u2014penyejuk pandangan bagi orang tuanya.<\/p>\n<p data-start=\"1503\" data-end=\"1554\">Sebagaimana dalam doa orang-orang saleh disebutkan:<\/p>\n<blockquote data-start=\"1556\" data-end=\"1732\">\n<p data-start=\"1558\" data-end=\"1732\"><strong data-start=\"1558\" data-end=\"1626\">\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0627\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0630\u064f\u0631\u0651\u0650\u064a\u0651\u064e\u0627\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0631\u0651\u064e\u0629\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u064a\u064f\u0646\u064d<\/strong><br data-start=\"1626\" data-end=\"1629\" \/><em data-start=\"1631\" data-end=\"1712\">&#8220;Anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata kami.&#8221;<\/em> (QS. Al-Furqan: 74)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"1734\" data-end=\"2045\">Para kiai mengambil teladan ini dalam kehidupan nyata. Mereka mengasihi santri bukan hanya karena tugas mendidik, tapi karena ada ikatan batin: mempersiapkan generasi yang akan menjadi penyejuk mata umat dan bangsa. Santri bukan hanya murid yang dididik intelektualnya, tapi juga anak-anak yang dididik hatinya.<\/p>\n<p data-start=\"2047\" data-end=\"2408\">Tak jarang, ketika seorang santri melakukan kesalahan, kiai menegurnya dengan hati, bukan emosi. Ketika santri sakit, kiai mendoakannya dalam sujud. Ketika santri sukses, kiai bersyukur seolah anak kandungnya sendiri yang berhasil. Bahkan, banyak kiai yang rela menanggung beban ekonomi santri yang kesulitan, seperti ayah yang tak membiarkan anaknya terlantar.<\/p>\n<p data-start=\"2410\" data-end=\"2597\">Pesantren adalah rumah. Kiai adalah ayah. Santri adalah anak-anak ruhani. Dalam relasi inilah tumbuh keberkahan ilmu, adab, dan cinta yang mengakar kuat dalam tradisi keislaman Nusantara.\u00a0Hubungan ini bukan hanya kiasan. Dalam sejarah Islam, telah ada preseden luhur yang menjadi fondasi pesantren hari ini: yaitu sistem pendidikan <em data-start=\"1697\" data-end=\"1712\">Ahlus Shuffah<\/em>.<\/p>\n<h3 data-start=\"1715\" data-end=\"1756\"><strong data-start=\"1719\" data-end=\"1756\">Pesantren dan Jejak Ahlus Shuffah<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1758\" data-end=\"2101\">Ahlus Shuffah adalah sekelompok sahabat Rasulullah \ufdfa yang tinggal di serambi Masjid Nabawi. Mereka hidup sederhana, tidak memiliki harta, dan mengabdikan diri sepenuhnya untuk menuntut ilmu dari Rasulullah. Jumlah mereka mencapai sekitar 70 orang, di antaranya tokoh-tokoh besar seperti Abu Hurairah, Salman Al-Farisi, dan Abdullah bin Mas\u2019ud.<\/p>\n<p data-start=\"2103\" data-end=\"2461\">Rasulullah \ufdfa tidak hanya mengajar mereka, tetapi juga menanggung makan dan kehidupan mereka sehari-hari, melalui infak dan sedekah dari kaum Muslimin. Rasulullah memperlakukan mereka dengan penuh kelembutan, mengajarkan Al-Qur\u2019an, tafsir, akhlak, hingga strategi dakwah. Mereka menjadi kader-kader utama yang kelak menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.<\/p>\n<p data-start=\"2463\" data-end=\"2932\">Sistem <em data-start=\"2470\" data-end=\"2485\">Ahlus Shuffah<\/em> inilah yang menjadi prototipe pendidikan pesantren. Pesantren adalah tempat tinggal, tempat makan, tempat ibadah, sekaligus tempat belajar. Santri tinggal dalam lingkungan ilmu dan adab, persis sebagaimana para sahabat yang tinggal bersama Nabi \ufdfa. Di sinilah peran kiai tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai figur utama yang menghidupkan ruh pendidikan itu: ayah, guru, pembina, sekaligus penanggung jawab akhlak dan arah kehidupan santri.<\/p>\n<p data-start=\"2934\" data-end=\"3216\">Maka tidak heran jika kiai memanggil santrinya dengan penuh kasih, sebagaimana orang tua memanggil anaknya. Tidak heran pula jika doa-doa mereka dalam sepertiga malam dipenuhi nama-nama santri yang mereka cintai, sebagaimana Nabi \ufdfa mendoakan umatnya dalam rintih dan sujud malamnya.<\/p>\n<hr data-start=\"3218\" data-end=\"3221\" \/>\n<p data-start=\"3223\" data-end=\"3413\"><strong data-start=\"3223\" data-end=\"3282\">Pesantren adalah bayangan cinta Rasulullah di bumi ini.<\/strong><br data-start=\"3282\" data-end=\"3285\" \/><strong data-start=\"3285\" data-end=\"3413\">Kiai adalah pewaris perannya, ia membawa cahaya Rasulullah dari mata rantai sanad keilmuan dan amal. Sementara santri adalah anak-anak ruhani yang kelak menyambung mata rantai cahaya dari Rasulullah melalui para kyai itu ke masa depan.<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 334px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"324\" height=\"324\" class=\" wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat bertemu dengan alumni Nurul Huda Mergosono, ia memandang saya lekat-lekat dengan mata berkaca-kaca dan berkata: &#8220;satu hal gus, saya tidak pernah lupa dari Abah Masduqi, saat bapak saya meninggal dunia, Abah Masduqi berkata: &#8220;nak, jangan terlalu berduka, bapakmu telah selesai urusannya didunia, sekarang bapakmu adalah aku, kalau ada apa-apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[61,63,62,56,24],"class_list":["post-676","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-ahlussuffah","tag-anak","tag-ayah","tag-pesantren","tag-santri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat bertemu dengan alumni Nurul Huda Mergosono, ia memandang saya lekat-lekat dengan mata berkaca-kaca dan berkata: &#8220;satu hal gus, saya tidak pernah lupa dari Abah Masduqi, saat bapak saya meninggal dunia, Abah Masduqi berkata: &#8220;nak, jangan terlalu berduka, bapakmu telah selesai urusannya didunia, sekarang bapakmu adalah aku, kalau ada apa-apa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-23T12:38:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-23T14:51:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676\"},\"author\":{\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\"},\"headline\":\"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai\",\"datePublished\":\"2025-07-23T12:38:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-23T14:51:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676\"},\"wordCount\":658,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/OIG29098-300x300.jpg\",\"keywords\":[\"ahlussuffah\",\"anak\",\"ayah\",\"pesantren\",\"santri\"],\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676\",\"name\":\"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/OIG29098-300x300.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-23T12:38:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-23T14:51:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/OIG29098.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/OIG29098.jpg\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"anak dan bapak ruhani\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=676#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\",\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pengasuh Dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Saat bertemu dengan alumni Nurul Huda Mergosono, ia memandang saya lekat-lekat dengan mata berkaca-kaca dan berkata: &#8220;satu hal gus, saya tidak pernah lupa dari Abah Masduqi, saat bapak saya meninggal dunia, Abah Masduqi berkata: &#8220;nak, jangan terlalu berduka, bapakmu telah selesai urusannya didunia, sekarang bapakmu adalah aku, kalau ada apa-apa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-07-23T12:38:50+00:00","article_modified_time":"2025-07-23T14:51:13+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":1024,"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Pengasuh Dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pengasuh Dzinnuha","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676"},"author":{"name":"Pengasuh Dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55"},"headline":"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai","datePublished":"2025-07-23T12:38:50+00:00","dateModified":"2025-07-23T14:51:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676"},"wordCount":658,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-300x300.jpg","keywords":["ahlussuffah","anak","ayah","pesantren","santri"],"articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676","name":"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-300x300.jpg","datePublished":"2025-07-23T12:38:50+00:00","dateModified":"2025-07-23T14:51:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#primaryimage","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098.jpg","width":1024,"height":1024,"caption":"anak dan bapak ruhani"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=676#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Santri adalah Anak-anak Ruhani Para Kyai"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55","name":"Pengasuh Dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pengasuh Dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=676"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":681,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/676\/revisions\/681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}