{"id":672,"date":"2025-07-21T08:42:13","date_gmt":"2025-07-21T08:42:13","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672"},"modified":"2025-07-21T08:42:13","modified_gmt":"2025-07-21T08:42:13","slug":"integrasi-ushul-fiqh-qiraat-dan-ilmu-balaghah-dalam-pendekatan-tafsir-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672","title":{"rendered":"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<p>Telaah Pesantren Klasik dalam Catatan Ngaji Gus Baha\u2019<\/p>\n<p><strong>Abstrak<\/strong><br \/>\nPendekatan tafsir Al-Qur&#8217;an dalam tradisi pesantren tidak hanya bertumpu pada hafalan tekstual, tetapi juga mengintegrasikan disiplin ilmu seperti Ushul Fiqh, Qira\u2019at Sab\u2019ah, dan Balaghah. Artikel ini menelaah pandangan Gus Baha\u2019 dalam halaqah di Krapyak yang merefleksikan pentingnya warisan keilmuan para ulama pesantren klasik seperti Mbah Mahfudz, Mbah Munawwir, dan Mbah Ali Ma\u2019shum. Melalui studi pustaka kualitatif, artikel ini menekankan urgensi pemahaman multidisipliner dalam membaca Al-Qur\u2019an, agar mampu menggali makna yang lebih mendalam dari teks, terutama ketika dihadapkan pada keragaman qira\u2019at dan pemaknaan lafadz yang bersifat simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini dapat menjadi model tafsir kontekstual yang relevan dalam menjawab problematika kontemporer.<\/p>\n<p>Kata Kunci: Ushul Fiqh, Qira\u2019at, Balaghah, Gus Baha\u2019, Tafsir Pesantren<\/p>\n<p><strong>1. Pendahuluan<\/strong><br \/>\nTradisi intelektual pesantren di Indonesia telah lama memadukan hafalan Al-Qur\u2019an dengan penguasaan kitab-kitab klasik. Dalam pandangan Gus Baha\u2019, sebagaimana disampaikan dalam halaqah memperingati hari ketujuh wafatnya Nyai Durrotun Nafisah, para ulama seperti Mbah Mahfudz, Mbah Munawwir, dan Mbah Ali Ma\u2019shum adalah sosok yang tidak hanya hafidz Qur\u2019an, tetapi juga ahli dalam Ushul Fiqh dan Qira\u2019at Sab\u2019ah. Hal ini menegaskan bahwa keilmuan pesantren tidak pernah dikotomis antara hafalan dan analisis, antara tekstual dan kontekstual.<\/p>\n<p>Artikel ini bertujuan mengelaborasi bagaimana integrasi ilmu Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Balaghah menjadi landasan penting dalam membaca dan memahami Al-Qur\u2019an secara utuh, dengan merujuk pada catatan ngaji Gus Baha\u2019 sebagai representasi otentik dari khazanah pesantren.<\/p>\n<p><strong>2. Ushul Fiqh sebagai Alat Baca Al-Qur\u2019an<\/strong><br \/>\nSalah satu contoh penting yang dikemukakan Gus Baha\u2019 adalah pemaknaan QS. Al-Jumu\u2019ah [62]:9:<\/p>\n<p>&#8220;\u0641\u064e\u0671\u0633\u0652\u0639\u064e\u0648\u0652\u0627\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0671\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0630\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0652\u0628\u064e\u064a\u0652\u0639\u064e&#8221;<br \/>\n&#8220;Bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.&#8221;<br \/>\nGus Baha\u2019 menegaskan bahwa lafadz al-bai&#8217; tidak dimaknai secara literal sebagai jual beli, melainkan \u0643\u0644 \u0645\u0627 \u064a\u0634\u063a\u0644 \u0639\u0646 \u0627\u0644\u062c\u0645\u0639\u0629 (segala bentuk kesibukan yang menghalangi kejum\u2019atan), sebagaimana dianalisis dengan teori qiyas dan \u2018illah dalam Ushul Fiqh. Hal ini menunjukkan pentingnya malakah (penguasaan metodologis) dalam membaca teks Al-Qur\u2019an agar tidak terjebak pada makna zahir yang sempit.<\/p>\n<p><strong>3. Qira\u2019at Sab\u2019ah dan Keakuratan Makna<\/strong><br \/>\nDalam diskursus qira\u2019at, Gus Baha\u2019 menyoroti pentingnya ragam bacaan dalam menentukan makna yang tepat. Contohnya, QS. Al-Ikhlash [112]:4:<\/p>\n<p>&#8220;\u0648\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0646 \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u064b\u0627 \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064c&#8221;<br \/>\nLafadz \u0643\u064f\u0641\u064f\u0648\u064b\u0627 mengalami perbedaan qira\u2019at, salah satunya dengan bacaan \u0643\u064f\u0641\u064f\u0623\u064b yang berasal dari akar kata \u0643\u064f\u0641\u0652\u0621\u064c. Perubahan fonetik ini berdampak pada tafsir semantik, sebagaimana dijelaskan bahwa huruf \u0648 di sana merupakan bentuk ringan dari huruf \u0623. Perbedaan ini membuka ruang pemahaman bahwa tidak ada satu pun makhluk yang setara dengan Allah, bukan hanya secara eksistensial tetapi juga dalam dimensi keunikan dzat-Nya.<\/p>\n<p>Contoh lain diberikan pada QS. Al-Hijr [15]:49 dan QS. An-Naba\u2019 [78]:2, di mana penggunaan kata \u0646\u064e\u0628\u0650\u0651\u0626\u0652 menunjukkan akar kata yang mengandung huruf hamzah, bukan ya\u2019, yang berarti &#8220;menyampaikan berita&#8221;. Ini menunjukkan bahwa pemahaman qira\u2019at penting untuk menghindari kesalahan linguistik dan teologis dalam memahami nash Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p><strong>4. Balaghah dan Simbolisme Bahasa Wahyu<\/strong><br \/>\nAnalisis balaghah turut menjadi aspek penting dalam pemahaman makna yang tersirat. Dalam QS. Al-Jin [72]:16 disebutkan:<\/p>\n<p>&#8220;\u0644\u064e\u0623\u064e\u0633\u0652\u0642\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f\u0645 \u0645\u064e\u0651\u0627\u0621\u064b \u063a\u064e\u062f\u064e\u0642\u064b\u0627&#8221;<br \/>\nSecara literal bermakna \u201cKami akan beri mereka air yang melimpah.\u201d Namun, menurut Gus Baha\u2019, dalam ilmu balaghah, ungkapan m\u0101\u2019an ghadaqan adalah kinayah dari \u0631\u064e\u063a\u064e\u062f\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u064a\u0652\u0634\u0650 (hidup yang lapang). Di sini tampak bahwa pendekatan balaghah membuka tabir simbolik teks, menjembatani antara makna tekstual dan maqashidi (tujuan syar\u2019i).<\/p>\n<p><strong>5. Tradisi Intelektual Sanad dan Produktivitas Karya<\/strong><br \/>\nUlama klasik seperti Mbah Mahfudz dikenal sebagai penulis produktif, dengan karya monumental Nailul Ma\u2019mun fi Syarhi Lubbil Ushul. Jaringan sanad keilmuan yang tersambung hingga Gus Qoyyum Lasem menunjukkan bahwa khidmah kepada Al-Qur\u2019an dapat dilakukan melalui beragam bentuk: menghafal, menulis, men-tahqiq, atau mengajarkan qira\u2019at. Tradisi ini menegaskan pentingnya kesinambungan keilmuan yang tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi juga analisis dan penyebaran ilmu.<\/p>\n<p><strong>6. Simpulan<\/strong><br \/>\nIntegrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Balaghah dalam memahami Al-Qur\u2019an sebagaimana digambarkan dalam pengajian Gus Baha\u2019 merepresentasikan pendekatan tafsir multidisipliner yang khas pesantren. Pendekatan ini memungkinkan pendalaman makna yang lebih kompleks, kontekstual, dan kaya akan hikmah. Untuk itu, pesantren perlu terus menghidupkan tradisi ini sebagai benteng pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur\u2019an di tengah tantangan literalitas dan simplifikasi tafsir di era modern.<\/p>\n<p>Daftar Pustaka (Contoh Awal, bisa ditambah sesuai kebutuhan jurnal)<br \/>\nAl-Suyuthi, Jalaluddin. Al-Itqan fi Ulum al-Qur\u2019an. Beirut: Dar al-Fikr.<br \/>\nIbn al-Jazari. An-Nashr fi al-Qira\u2019at al-\u2018Ashr. Beirut: Dar al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah.<br \/>\nMahfudz, K.H. Ali. Nailul Ma\u2019mun fi Syarhi Lubbil Ushul (naskah tak-terbit, koleksi Mbah Kholil Lasem).<br \/>\nQuraish Shihab. (2006). Membumikan Al-Qur\u2019an. Jakarta: Lentera Hati.<br \/>\nZuhri, M. (2020). Tradisi Pesantren dalam Tafsir al-Qur\u2019an. Jurnal Ilmu Keislaman, Vol. 18(2), 122\u2013138<\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 362px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"352\" height=\"352\" class=\" wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telaah Pesantren Klasik dalam Catatan Ngaji Gus Baha\u2019 Abstrak Pendekatan tafsir Al-Qur&#8217;an dalam tradisi pesantren tidak hanya bertumpu pada hafalan tekstual, tetapi juga mengintegrasikan disiplin ilmu seperti Ushul Fiqh, Qira\u2019at Sab\u2019ah, dan Balaghah. Artikel ini menelaah pandangan Gus Baha\u2019 dalam halaqah di Krapyak yang merefleksikan pentingnya warisan keilmuan para ulama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-672","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Telaah Pesantren Klasik dalam Catatan Ngaji Gus Baha\u2019 Abstrak Pendekatan tafsir Al-Qur&#8217;an dalam tradisi pesantren tidak hanya bertumpu pada hafalan tekstual, tetapi juga mengintegrasikan disiplin ilmu seperti Ushul Fiqh, Qira\u2019at Sab\u2019ah, dan Balaghah. Artikel ini menelaah pandangan Gus Baha\u2019 dalam halaqah di Krapyak yang merefleksikan pentingnya warisan keilmuan para ulama [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-21T08:42:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"586\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"586\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672\"},\"author\":{\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00\"},\"headline\":\"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an\",\"datePublished\":\"2025-07-21T08:42:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672\"},\"wordCount\":744,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672\",\"name\":\"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"datePublished\":\"2025-07-21T08:42:13+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/infaqdzinnuha.png\",\"width\":586,\"height\":586,\"caption\":\"jangan lupa infaq untuk pendidikan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=672#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00\",\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pengasuh Dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Telaah Pesantren Klasik dalam Catatan Ngaji Gus Baha\u2019 Abstrak Pendekatan tafsir Al-Qur&#8217;an dalam tradisi pesantren tidak hanya bertumpu pada hafalan tekstual, tetapi juga mengintegrasikan disiplin ilmu seperti Ushul Fiqh, Qira\u2019at Sab\u2019ah, dan Balaghah. Artikel ini menelaah pandangan Gus Baha\u2019 dalam halaqah di Krapyak yang merefleksikan pentingnya warisan keilmuan para ulama [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-07-21T08:42:13+00:00","og_image":[{"width":586,"height":586,"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","type":"image\/png"}],"author":"Pengasuh Dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pengasuh Dzinnuha","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672"},"author":{"name":"Pengasuh Dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00"},"headline":"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an","datePublished":"2025-07-21T08:42:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672"},"wordCount":744,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672","name":"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","datePublished":"2025-07-21T08:42:13+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#primaryimage","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png","width":586,"height":586,"caption":"jangan lupa infaq untuk pendidikan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=672#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Integrasi Ushul Fiqh, Qira\u2019at, dan Ilmu Balaghah dalam Pendekatan Tafsir Al-Qur\u2019an"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00","name":"Pengasuh Dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pengasuh Dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=672"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":673,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/672\/revisions\/673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}