{"id":666,"date":"2025-07-13T14:13:35","date_gmt":"2025-07-13T14:13:35","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666"},"modified":"2025-07-13T14:13:35","modified_gmt":"2025-07-13T14:13:35","slug":"normalisasi-anjir-di-kalangan-santri-krisis-etika-lisan-dalam-budaya-populer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666","title":{"rendered":"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_638\" style=\"width: 171px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-638\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria-242x300.png\" alt=\"\" width=\"161\" height=\"200\" class=\" wp-image-638\" srcset=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria-242x300.png 242w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria.png 333w\" sizes=\"(max-width: 161px) 100vw, 161px\" \/><p id=\"caption-attachment-638\" class=\"wp-caption-text\">oleh<br \/>Mariyam Suroyya<br \/>Pengajar Pada Pesantren Dzinnuha<\/p><\/div>\n<p>Bahasa adalah cerminan akhlak. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, penggunaan bahasa di kalangan generasi muda mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena linguistik yang cukup mencolok adalah semakin lumrahnya penggunaan kata-kata ekspresif seperti \u201canjir\u201d, \u201canjay\u201d, atau istilah lain yang senada, yang seringkali dianggap sebagai \u201cringan\u201d atau bahkan \u201clucu\u201d. Tak hanya dalam lingkungan umum, bahkan dalam lingkungan pesantren\u2014yang identik dengan pendidikan adab dan akhlak\u2014kata-kata semacam ini mulai terdengar biasa dan tidak lagi dipermasalahkan.<\/p>\n<p>Kata \u201canjir\u201d, misalnya, merupakan bentuk pelesetan dari kata \u201canjing\u201d, yang dalam konteks budaya Indonesia umumnya digunakan sebagai bentuk umpatan atau ekspresi kekesalan. Meskipun telah dimodifikasi, muatan emosional dan asosiasi makna negatifnya tetap melekat. Di dunia maya, kata ini banyak digunakan dalam meme, komentar media sosial, dan percakapan sehari-hari. Dalam banyak kasus, kata ini tidak lagi dipandang sebagai umpatan, melainkan hanya ekspresi spontan.<\/p>\n<p><strong>Dampak Negatif dalam Lingkungan Pesantren<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Tergesernya Nilai-Nilai Adab<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pesantren tidak hanya mencetak intelektual muslim, tetapi juga pribadi yang berakhlak mulia. Penggunaan kata-kata kasar atau berkonotasi buruk bertentangan dengan semangat ta\u2019dib (pendidikan adab) yang diajarkan dalam Islam.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Pembiasaan terhadap Ucapan yang Tidak Layak<\/li>\n<\/ol>\n<p>Rasulullah SAW bersabda: \u201cBarangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Menurunnya Wibawa Santri dan Pesantren<\/li>\n<\/ol>\n<p>Santri sebagai representasi dari institusi keilmuan Islam membawa nama baik pesantren. Ketika bahasa yang digunakan mencerminkan kekasaran, maka secara tidak langsung wibawa dan citra pesantren pun ikut tercoreng.<\/p>\n<p><strong>Solusi dan Upaya Preventif <\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Penguatan Pendidikan Adab dan Bahasa.\u00a0 Pesantren perlu kembali menekankan pentingnya tahdzib al-akhlaq (pembinaan akhlak), termasuk akhlak lisan.<\/li>\n<li>Keteladanan dari Para Asatidz<\/li>\n<li>Pemberdayaan Bahasa Alternatif<\/li>\n<\/ol>\n<ol start=\"2\"><\/ol>\n<p><strong>Menggantikan kata kasar dengan bahasa ekspresif yang tetap sopan.<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_514\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-514\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"size-medium wp-image-514\" srcset=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-300x300.jpg 300w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-150x150.jpg 150w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098-768x768.jpg 768w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/OIG29098.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-514\" class=\"wp-caption-text\">tata krama berkomunikasi adalah media dakwah<\/p><\/div>\n<p>Islam sangat menekankan pengtingnya menjaga lisan. Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa menjaga lisan adalah bagian dari kesempurnaan iman dan akhlak seorang muslim. Adapun ucapan yang tidak perlu, apalagi ucapan kasar, termasuk dalam hal yang harus dijauhi walau hanya candaan.<\/p>\n<p>Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cermin kualitas hati dan intelektualitas seseorang. Di tengah arus budaya populer yang cenderung permisif terhadap kekasaran berbahasa, lingkungan pesantren semestinya tetap menjadi benteng adab dan penjaga keluhuran akhlak. Normalisasi kata \u201canjir\u201d dan sejenisnya bukan hanya persoalan linguistik, tetapi juga representasi dari krisis kesadaran etika yang perlu dibenahi secara serius.<\/p>\n<p><em>\u201cBarang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara dua pahanya (kemaluan), maka aku akan menjamin surga untuknya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>(HR. Bukhari)<\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 596px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"586\" class=\"size-full wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahasa adalah cerminan akhlak. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, penggunaan bahasa di kalangan generasi muda mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena linguistik yang cukup mencolok adalah semakin lumrahnya penggunaan kata-kata ekspresif seperti \u201canjir\u201d, \u201canjay\u201d, atau istilah lain yang senada, yang seringkali dianggap sebagai \u201cringan\u201d atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[52,53,54,51],"class_list":["post-666","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-adab","tag-bahasa","tag-komunikasi","tag-plesetan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bahasa adalah cerminan akhlak. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, penggunaan bahasa di kalangan generasi muda mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena linguistik yang cukup mencolok adalah semakin lumrahnya penggunaan kata-kata ekspresif seperti \u201canjir\u201d, \u201canjay\u201d, atau istilah lain yang senada, yang seringkali dianggap sebagai \u201cringan\u201d atau [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-13T14:13:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"412\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666\"},\"author\":{\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00\"},\"headline\":\"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer\",\"datePublished\":\"2025-07-13T14:13:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666\"},\"wordCount\":453,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/mbaria-242x300.png\",\"keywords\":[\"adab\",\"bahasa\",\"komunikasi\",\"plesetan\"],\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666\",\"name\":\"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/mbaria-242x300.png\",\"datePublished\":\"2025-07-13T14:13:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/mbaria.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/mbaria.png\",\"width\":333,\"height\":412,\"caption\":\"oleh Mariyam Suroyya Pengajar Pada Pesantren Dzinnuha\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=666#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00\",\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pengasuh Dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Bahasa adalah cerminan akhlak. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, penggunaan bahasa di kalangan generasi muda mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena linguistik yang cukup mencolok adalah semakin lumrahnya penggunaan kata-kata ekspresif seperti \u201canjir\u201d, \u201canjay\u201d, atau istilah lain yang senada, yang seringkali dianggap sebagai \u201cringan\u201d atau [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-07-13T14:13:35+00:00","og_image":[{"width":333,"height":412,"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria.png","type":"image\/png"}],"author":"Pengasuh Dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pengasuh Dzinnuha","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666"},"author":{"name":"Pengasuh Dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00"},"headline":"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer","datePublished":"2025-07-13T14:13:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666"},"wordCount":453,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria-242x300.png","keywords":["adab","bahasa","komunikasi","plesetan"],"articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666","name":"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria-242x300.png","datePublished":"2025-07-13T14:13:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#primaryimage","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria.png","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/mbaria.png","width":333,"height":412,"caption":"oleh Mariyam Suroyya Pengajar Pada Pesantren Dzinnuha"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=666#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Normalisasi \u201cAnjir\u201d di Kalangan Santri: Krisis Etika Lisan dalam Budaya Populer"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/53eb41c1f24c94ff669ad94726dcaa00","name":"Pengasuh Dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pengasuh Dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":667,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions\/667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}