{"id":595,"date":"2025-06-06T23:25:49","date_gmt":"2025-06-06T23:25:49","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595"},"modified":"2025-06-07T13:15:43","modified_gmt":"2025-06-07T13:15:43","slug":"tentang-hati-yang-terpikat-dan-sang-magnet-agung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595","title":{"rendered":"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_596\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-596\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3-300x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" class=\"size-medium wp-image-596\" srcset=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3-300x300.jpeg 300w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3-150x150.jpeg 150w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3-768x768.jpeg 768w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-596\" class=\"wp-caption-text\">merindukan Rasulullah<\/p><\/div>\n<p>Pas muthalaah tafsir surat al-kautsar, saya tergerak menulis apa yang saya temukan. saya mencoba mencerna baik-baik dawuh para dzurriyah lirboyo yang ngendikan kalau ingin bertambah cintamu banyak-banyak baca sejarah Nabi. Saya mencoba memahami lekat-lekat setelah menemukan fakta-fakta ini.<\/p>\n<p>Begini, kita bicara tentang hati, ya. Bukan cuma hati manusia yang berdegup karena cinta, bukan. Tapi juga hati makhluk lain, yang kadang kita anggap sekadar &#8220;barang&#8221;, sekadar &#8220;binatang&#8221;. Padahal, siapa tahu, di kedalaman jiwa mereka itu bersemayam naluri yang lebih murni, lebih jujur, ketimbang kita yang katanya berakal.<\/p>\n<p>Kisah-kisah lama, yang berserakan seperti kepingan mozaik di beranda waktu, kadang menyingkap tabir. Mereka bercerita, bahwa hewan-hewan pun, dengan segala nalurinya yang polos, merasa nyaman, bahkan terpikat oleh aura Baginda Nabi Muhammad SAW. Seolah-olah, ada medan magnet tak kasat mata yang memancar dari diri beliau, menarik segala sesuatu yang bersih dan tulus.<\/p>\n<p>Unta-unta yang Berlari Memunguti Cahaya<br \/>\nSaya teringat dawuh Kiai Maimoen Zubair, yang pandangannya tembus ke balik hijab zaman dalam sebuah potongan video ceramah beliau. Beliau berkisah, di masa ketika Tanah Suci masih digapai lewat gurun-gurun, di atas punggung unta, bukan kapsul terbang bernama pesawat. Konon, setiap kali kafilah unta itu mulai merasakan embusan angin dari arah Kubah Hijau Maqam Rasulullah, ada gelombang aneh yang merayapi tubuh mereka. Unta-unta itu, yang semula patuh pada tali kendali, tiba-tiba lepas, berlarian, seolah ada janji rahasia yang harus segera ditepati. Mereka seperti tahu, ada cahaya yang memanggil dari kejauhan.<\/p>\n<p>Fenomena ini, yang mungkin tak bisa dijelaskan oleh rumus fisika mana pun, lalu diabadikan dalam sebaris puisi yang digubah oleh para penyair, dalam Qashidah Burdah yang menggetarkan sukma:<\/p>\n<p>\u064a\u064e\u0627 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0651\u0645\u064e\u0651\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0639\u0651\u0627\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064e\u0627\u062d\u064e\u062a\u064e\u0647\u064f \u0633\u064e\u0639\u0652\u064a\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0651\u0641\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e \u0645\u064f\u062a\u064f\u0648\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u064a\u0652\u0646\u064f\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0631\u064f\u0651\u0633\u064f\u0645\u0650<\/p>\n<p><em>\u00a0&#8220;Wahai Sang Terbaik, yang pelatarannya didatangi para pencari kebaikan, baik dengan langkah-langkah kaki, maupun di atas punggung unta-unta yang melesat.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Bait ini, bukan sekadar gambaran manusia yang merangkak menuju cinta. Tapi juga unta-unta yang, dalam nalurinya, ikut berlari, seolah ingin memunguti butiran cahaya yang jatuh dari maqam Sang Kekasih.<\/p>\n<p>Ketika Pisau Tak Lagi Menakutkan di Tangan Sang Rahmat<br \/>\nAda lagi cerita dari kedalaman kitab-kitab, seperti yang diukir oleh Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Kitab Mafatihul Ghaib. Ini tentang sebuah ritual, penyembelihan kurban. Seharusnya, momen ini adalah momen ketakutan bagi hewan. Tapi, coba dengar ini:<\/p>\n<p>Diriwayatkan: &#8220;Bahwa Nabi SAW pernah menghadiahkan seratus unta, di antaranya ada seekor unta Abu Jahal yang di hidungnya terdapat cincin emas. Lalu beliau SAW menyembelihnya hingga merasa lelah, kemudian beliau memerintahkan Ali RA untuk melanjutkannya. Unta-unta betina itu saling berdesakan mendekati Rasulullah, namun ketika Ali mengambil pisau, unta-unta itu menjauhinya.&#8221;<\/p>\n<p>Sebuah pemandangan yang surealis, bukan? Unta-unta itu, yang sadar akan menghadapi kematian, justru berebut, berdesakan, ingin menjadi yang pertama disembelih oleh tangan mulia Rasulullah SAW. Seolah, kematian di tangan beliau adalah gerbang menuju ketenangan, sebuah privilese agung. Namun, ketika pisau berpindah ke tangan Ali, seorang kesatria agung dan menantu Nabi, unta-unta itu tiba-tiba menarik diri, menjauh.<\/p>\n<p>Ini bukan tentang kekuatan fisik, Saudaraku. Ini tentang aura, tentang jiwa, tentang cinta yang tak terucap, yang memancar dari diri Kanjeng Nabi. Ada getaran ketenangan dan kasih sayang yang begitu dalam, sehingga ia mampu menembus ketakutan alamiah makhluk. Seolah-olah, hewan-hewan itu mengerti, bahwa di tangan beliau, ada rahmat, bahkan dalam sebuah proses penyembelihan.<\/p>\n<p>Maka, mari kita renungkan. Pesona Rasulullah itu tak berbatas pada dimensi manusia semata. Ia melampaui. Ia meresap ke dalam serat-serat makhluk lain, membuktikan bahwa beliau adalah Rahmatan lil &#8216;alamin, kasih sayang bagi semesta alam. Termasuk bagi unta-unta yang berlarian di gurun pasir, merindukan Kubah Hijau, dan bagi unta-unta yang rela menyerahkan hidup di tangan Sang Kekasih. Bukankah ini semacam puisi tak tertulis yang dibacakan oleh alam itu sendiri?<\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 596px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"586\" class=\"size-full wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pas muthalaah tafsir surat al-kautsar, saya tergerak menulis apa yang saya temukan. saya mencoba mencerna baik-baik dawuh para dzurriyah lirboyo yang ngendikan kalau ingin bertambah cintamu banyak-banyak baca sejarah Nabi. Saya mencoba memahami lekat-lekat setelah menemukan fakta-fakta ini. Begini, kita bicara tentang hati, ya. Bukan cuma hati manusia yang berdegup [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-595","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pas muthalaah tafsir surat al-kautsar, saya tergerak menulis apa yang saya temukan. saya mencoba mencerna baik-baik dawuh para dzurriyah lirboyo yang ngendikan kalau ingin bertambah cintamu banyak-banyak baca sejarah Nabi. Saya mencoba memahami lekat-lekat setelah menemukan fakta-fakta ini. Begini, kita bicara tentang hati, ya. Bukan cuma hati manusia yang berdegup [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-06T23:25:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-07T13:15:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595\"},\"author\":{\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\"},\"headline\":\"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung\",\"datePublished\":\"2025-06-06T23:25:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-07T13:15:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595\"},\"wordCount\":609,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/OIG3-300x300.jpeg\",\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595\",\"name\":\"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/OIG3-300x300.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-06-06T23:25:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-07T13:15:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/OIG3.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/OIG3.jpeg\",\"width\":1024,\"height\":1024,\"caption\":\"merindukan Rasulullah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=595#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\",\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pengasuh Dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Pas muthalaah tafsir surat al-kautsar, saya tergerak menulis apa yang saya temukan. saya mencoba mencerna baik-baik dawuh para dzurriyah lirboyo yang ngendikan kalau ingin bertambah cintamu banyak-banyak baca sejarah Nabi. Saya mencoba memahami lekat-lekat setelah menemukan fakta-fakta ini. Begini, kita bicara tentang hati, ya. Bukan cuma hati manusia yang berdegup [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-06-06T23:25:49+00:00","article_modified_time":"2025-06-07T13:15:43+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":1024,"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Pengasuh Dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pengasuh Dzinnuha","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595"},"author":{"name":"Pengasuh Dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55"},"headline":"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung","datePublished":"2025-06-06T23:25:49+00:00","dateModified":"2025-06-07T13:15:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595"},"wordCount":609,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3-300x300.jpeg","articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595","name":"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3-300x300.jpeg","datePublished":"2025-06-06T23:25:49+00:00","dateModified":"2025-06-07T13:15:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#primaryimage","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/OIG3.jpeg","width":1024,"height":1024,"caption":"merindukan Rasulullah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=595#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tentang Hati yang Terpikat dan Sang Magnet Agung"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55","name":"Pengasuh Dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pengasuh Dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/595","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=595"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/595\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":607,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/595\/revisions\/607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=595"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=595"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=595"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}