{"id":527,"date":"2025-04-30T13:52:44","date_gmt":"2025-04-30T13:52:44","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527"},"modified":"2025-04-30T13:52:44","modified_gmt":"2025-04-30T13:52:44","slug":"relevansi-pemikiran-al-ghazali-dalam-manajemen-pendidikan-kontemporer-fokus-pada-guru-dan-murid-ideal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527","title":{"rendered":"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_528\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-528\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" class=\"size-medium wp-image-528\" srcset=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-300x169.jpeg 300w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-1024x577.jpeg 1024w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-768x433.jpeg 768w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-1536x866.jpeg 1536w, https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-528\" class=\"wp-caption-text\">Mengaji dan Mengkaji Ilmu Dengan Cinta<\/p><\/div>\n<p>Dalam lanskap pendidikan kontemporer, konsep manajemen pendidikan memegang peranan sentral sebagai kerangka kerja yang sistematis, sistemik, dan komprehensif untuk mengembangkan pendidikan dan mencapai tujuan-tujuannya melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen yang terencana. Jika kita menelisik lebih dalam pandangan Imam Al-Ghazali \u0631\u062d\u0645\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 melalui lensa manajemen pendidikan modern, kita akan menemukan resonansi yang menarik dan relevan:<br \/>\n\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u064e\u0644\u0650\u0651\u0645\u064f \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e \u062e\u0650\u0635\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0651\u062a\u0652 \u0627\u0644\u0646\u0650\u0651\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0651\u0645\u0650\u061b \u0661. \u0627\u0644\u0635\u064e\u0651\u0628\u0652\u0631\u064f \u0662. \u0627\u0644\u062a\u064e\u0651\u0648\u064e\u0627\u0636\u064f\u0639\u064f \u0663. \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0642\u0650<\/p>\n<p>&#8220;Apabila seorang guru menghimpun tiga sifat, maka sempurnalah nikmat ilmu bagi seorang murid: 1. Kesabaran, 2. Kerendahan hati, 3. Akhlak yang mulia.&#8221;<\/p>\n<p>Dari perspektif manajemen pendidikan, \u0627\u0644\u0635\u064e\u0651\u0628\u0652\u0631\u064f (ash-shabr), atau kesabaran, dapat dipandang sebagai elemen krusial dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pendidikan. Seorang pendidik yang sabar menunjukkan kemampuan mengelola keberagaman peserta didik dengan berbagai latar belakang, kecepatan belajar, dan tantangan individu. Kesabaran adalah kunci dalam membangun hubungan yang positif antara guru dan murid, yang merupakan fondasi bagi lingkungan belajar yang efektif. Ini sejalan dengan prinsip manajemen SDM yang menekankan pentingnya kecerdasan emosional (emotional intelligence) dan kemampuan resolusi konflik dalam interaksi antar personal.<\/p>\n<p>Selanjutnya, \u0627\u0644\u062a\u064e\u0651\u0648\u064e\u0627\u0636\u064f\u0639\u064f (at-taw\u0101\u1e0du&#8217;), kerendahan hati, memiliki korelasi dengan konsep kepemimpinan yang melayani (servant leadership) dalam manajemen pendidikan. Seorang pemimpin pendidikan, termasuk guru di kelas, yang rendah hati akan lebih terbuka terhadap masukan, kritik konstruktif, dan inovasi. Mereka tidak terpaku pada otoritas semata, melainkan berfokus pada pemberdayaan peserta didik dan pengembangan potensi maksimal mereka. Kerendahan hati juga mendorong kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan di antara para pendidik.<\/p>\n<p>Adapun \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0642\u0650 (\u1e25usnul-khuluq), akhlak yang mulia, adalah inti dari budaya organisasi (organizational culture) di institusi pendidikan. Nilai-nilai etika dan moral yang diteladankan oleh guru akan membentuk karakter dan perilaku peserta didik. Manajemen pendidikan modern menyadari pentingnya pembangunan karakter (character building) sebagai bagian integral dari tujuan pendidikan. Guru yang berakhlak mulia adalah agen perubahan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi penerus.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Imam Al-Ghazali juga menyampaikan:<br \/>\n&gt; \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u064e\u0639\u064e\u0644\u0650\u0651\u0645\u064f \u062b\u064e\u0644\u064e\u0627\u062b\u064e \u062e\u0650\u0635\u064e\u0627\u0644\u064d \u0641\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062a\u064e\u0645\u064e\u0651\u062a\u0652 \u0627\u0644\u0646\u0650\u0651\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0639\u064e\u0644\u0650\u0651\u0645\u0650\u061b \u0661. \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0642\u0652\u0644\u064f \u0662. \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u064e\u0628\u064f \u0663. \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u0652\u0645\u0650<br \/>\n&gt;<br \/>\n&#8220;Apabila seorang murid menghimpun tiga sifat, maka sempurnalah nikmat ilmu bagi seorang guru: 1. Akal (kecerdasan), 2. Adab (sopan santun), 3. Pemahaman yang baik.&#8221;<\/p>\n<p>Dari sudut pandang manajemen pendidikan, \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0642\u0652\u0644\u064f (al-&#8216;aql), kecerdasan, merupakan input sumber daya manusia yang berharga bagi sistem pendidikan. Manajemen pendidikan berupaya untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi akademik peserta didik melalui berbagai strategi pembelajaran dan evaluasi.<\/p>\n<p>Namun, manajemen pendidikan modern juga menyadari bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup.<br \/>\nOleh karena itu, \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u062f\u064e\u0628\u064f (al-adab), sopan santun, menjadi aspek penting dalam manajemen perilaku peserta didik (student behavior management). Institusi pendidikan modern berupaya untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika sosial kepada peserta didik. Adab yang baik menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung efektivitas pembelajaran.<\/p>\n<p>Terakhir, \u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064f \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u0647\u0652\u0645\u0650 (\u1e25usnul-fahm), pemahaman yang baik, adalah indikator keberhasilan manajemen kurikulum dan pembelajaran (curriculum and instruction management). Kurikulum yang dirancang dengan baik dan metode pengajaran yang efektif akan mendorong peserta didik untuk mencapai pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran. Manajemen pendidikan modern menekankan pentingnya evaluasi pembelajaran yang komprehensif untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik dan melakukan perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran.<\/p>\n<p>Dengan demikian, hikmah Imam Al-Ghazali yang berusia berabad-abad ini ternyata memiliki relevansi yang kuat dengan konsep-konsep manajemen pendidikan modern. Kesabaran, kerendahan hati, dan akhlak mulia guru adalah fondasi penting dalam mengelola sumber daya manusia dan membangun budaya organisasi yang positif. Sementara itu, kecerdasan, adab, dan pemahaman yang baik dari murid adalah input dan output kunci dalam manajemen kurikulum, pembelajaran, dan perilaku peserta didik. Integrasi perspektif klasik dan modern ini memberikan wawasan yang lebih kaya dan komprehensif dalam upaya kita memajukan dunia pendidikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 596px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"586\" class=\"size-full wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam lanskap pendidikan kontemporer, konsep manajemen pendidikan memegang peranan sentral sebagai kerangka kerja yang sistematis, sistemik, dan komprehensif untuk mengembangkan pendidikan dan mencapai tujuan-tujuannya melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen yang terencana. Jika kita menelisik lebih dalam pandangan Imam Al-Ghazali \u0631\u062d\u0645\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 melalui lensa manajemen pendidikan modern, kita akan menemukan resonansi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-527","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam lanskap pendidikan kontemporer, konsep manajemen pendidikan memegang peranan sentral sebagai kerangka kerja yang sistematis, sistemik, dan komprehensif untuk mengembangkan pendidikan dan mencapai tujuan-tujuannya melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen yang terencana. Jika kita menelisik lebih dalam pandangan Imam Al-Ghazali \u0631\u062d\u0645\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 melalui lensa manajemen pendidikan modern, kita akan menemukan resonansi yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-30T13:52:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"902\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527\"},\"author\":{\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\"},\"headline\":\"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal\",\"datePublished\":\"2025-04-30T13:52:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527\"},\"wordCount\":577,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-300x169.jpeg\",\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527\",\"name\":\"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-300x169.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-04-30T13:52:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":902,\"caption\":\"Mengaji dan Mengkaji Ilmu Dengan Cinta\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=527#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\",\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pengasuh Dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Dalam lanskap pendidikan kontemporer, konsep manajemen pendidikan memegang peranan sentral sebagai kerangka kerja yang sistematis, sistemik, dan komprehensif untuk mengembangkan pendidikan dan mencapai tujuan-tujuannya melalui implementasi fungsi-fungsi manajemen yang terencana. Jika kita menelisik lebih dalam pandangan Imam Al-Ghazali \u0631\u062d\u0645\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 melalui lensa manajemen pendidikan modern, kita akan menemukan resonansi yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-04-30T13:52:44+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":902,"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Pengasuh Dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pengasuh Dzinnuha","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527"},"author":{"name":"Pengasuh Dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55"},"headline":"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal","datePublished":"2025-04-30T13:52:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527"},"wordCount":577,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-300x169.jpeg","articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527","name":"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733-300x169.jpeg","datePublished":"2025-04-30T13:52:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#primaryimage","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733.jpeg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6ebdb79d-b511-458e-93b2-3f6f58413733.jpeg","width":1600,"height":902,"caption":"Mengaji dan Mengkaji Ilmu Dengan Cinta"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=527#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Relevansi Pemikiran Al-Ghazali dalam Manajemen Pendidikan Kontemporer: Fokus pada Guru dan Murid Ideal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55","name":"Pengasuh Dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pengasuh Dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=527"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/527\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":529,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/527\/revisions\/529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}