{"id":524,"date":"2025-04-29T04:56:17","date_gmt":"2025-04-29T04:56:17","guid":{"rendered":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524"},"modified":"2025-04-29T04:59:56","modified_gmt":"2025-04-29T04:59:56","slug":"kemana-muara-perdebatan-nasab-itu-selain-kebencian-pada-sesama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524","title":{"rendered":"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama?"},"content":{"rendered":"<div style=\"width: 290px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/alif.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Imam-Syafii-ulama.jpg\" alt=\"Imam Syafi'i Sang Maestro Debat - Alif.ID\" width=\"280\" height=\"157\" \/><p class=\"wp-caption-text\">klaim nasab, adakah ia jalan tol ke surga yang pantas diperebutkan?<\/p><\/div>\n<p>Begini lho, kawan-kawan. Di kampung Indonesia kita ini, soal silsilah, keturunan, wah, itu bisa jadi lebih seru dari sinetron kejar tayang. Apalagi kalau sudah nyangkut para kiai, para ustadz, yang katanya masih punya garis lurus ke sana, ke tokoh-tokoh agung zaman dahulu. Ada yang bangga bukan main, ada yang hormat luar biasa, itu wajar saja. Namanya juga sejarah, ada rasa kagum, ada rasa terhubung.<\/p>\n<p>Tapi, ya namanya juga manusia, kadang ya kebablasan. Dikit-dikit nasab, dikit-dikit klaim. Lalu, yang lebih parah, kalau sudah ada yang beda pendapat, wah, bisa rame kayak pasar malem. Yang satu bilang &#8220;ini benar!&#8221;, yang lain nyolot &#8220;nggak mungkin!&#8221;. Ujung-ujungnya apa? Bangunan kebencian. Iya, bangunan yang isinya cuma prasangka buruk, caci maki di media sosial, sampai ngecap orang lain yang nggak sepaham itu &#8220;ulama su&#8221; segala. Bahkan sampai mengajak orang lain benci, menolak kehadirannya disuatu daerah. Lha dalah, kok ya segitunya?<\/p>\n<p>Kata orang-orang alim yang dulu-dulu, buruk sangka itu kayak racun. Apalagi kalau ditumpahin ke orang-orang yang kita anggap saleh, itu bahayanya dobel. Ingat kata Syekh Abdul Wahhab As-Sya&#8217;rani? Pokok agama itu salah satunya ya menahan diri dari menyakiti orang lain, lahir dan batin. Batin itu ya termasuk pikiran jelek, suudzon, apalagi kalau sudah diumbar jadi ujaran kebencian. Itu bisa meruntuhkan amal ibadah kita sendiri, lho! Kayak rumah bagus-bagus, eh, fondasinya keropos.<\/p>\n<p>Terus, ada lagi wasiat dari Syekh Ali bin Wafa. Beliau bilang, hati-hati sama haknya para sahabat guru kita, apalagi para wali. Dagingnya para wali itu katanya racun, meskipun mereka nggak bales. Apalagi kalau cuma ghibah, ngomongin di belakang, meskipun nggak kedengeran sama orangnya, itu tetep bahaya. Kenapa? Karena pelindung mereka itu Allah. Jadi, ya mikir-mikir deh kalau mau nyinyirin orang alim.<\/p>\n<p>Ini bukan berarti kita nggak boleh mikir kritis soal ajaran atau pemikiran seseorang, ya. Beda pendapat itu biasa. Tapi, ya jangan kayak orang kebakaran jenggot. Jangan langsung percaya sama semua berita yang sliweran di HP itu. Tabayun dulu, cari kebenarannya. Jangan gampang menjatuhkan vonis, apalagi sama kiai, habaib atau orang saleh. Kalau kita ikut-ikutan nyebarin berita yang nggak jelas, ya sama aja kita ikut ngeracunin pikiran orang lain.<\/p>\n<p>Soal nasab-nasaban itu sendiri, ya memang ada sejarahnya. Dulu di Arab, silsilah itu penting banget. Mereka bangga sama leluhur. Bahkan Nabi Muhammad sendiri tahu nasabnya sampai jauh ke atas. Tapi, Al-Qur&#8217;an jelas bilang, yang paling mulia di sisi Allah itu bukan karena keturunan, tapi karena takwa dan amal perbuatan. Jadi, ya kalau ada yang ngaku-ngaku habib, sayyid, atau apalah, selama dia ngajarin kebaikan, ya kita hormati sebagai sesama muslim.<\/p>\n<p>Kayak cerita Kiai Masduqi Machfudz itu, cerdas sekali beliau. Ada orang ngaku keturunan Nabi terus minta uang, ya dikasih aja. Kenapa? Karena cintanya sama Rasulullah. Soal orang itu beneran keturunan atau nggak, itu urusan dia sama Allah dan Rasul-Nya. Bukan urusan kita buat ngehakimi. Karenanya santri-santri Kyai Masduqi haruslah Kembali sadar dan waras, hentikan terlibat perdebatan nasab yang berakhir pada kebencian. Baca kembali kitab turats, ngaji dan ngaji, Allah memberi kita lisan untuk berbicara, tapi juga menyediakan bibir untuk terkatup diam menutup lisan dari berkata yang Allah tidak ridlai.<\/p>\n<p>Ingat nda, saat para gus-gus putra kyai pada sowan ke Gus Baha&#8217;?\u00a0 Beliau ngendikan &#8220;Orang itu kalo keturunan ulama atau wali, dia seharusnya tidak bangga, tapi justru sedih dan terbebani. Sedih jika akhlak, prilaku, dan pencapaiannya tidak sama dengan mbah-mbahnya.&#8221;<\/p>\n<p>Nasab mulia itu bukan untuk dibuat bangga-bangga-an, bukan hanya dapat ditunggangi untuk mendapat rasa hormat manusia kebanyakan, lebih dari itu semua nasab mulia adalah sebuah beban dan tanggung jawab, sebuah pelecut diri untuk mengikuti tindak-jejak para leluhur yang merupakan wali-wali Allah itu. .<br \/>\nBeliau lalu mengambil sebuah kitab, Kitab Fawaidul Mukhtaroh kumpulan kalam dan fawaid Habib Zain Bin Smith, dalam kitab itu diceritakan:<\/p>\n<p>&#8220;Suatu ketika ada golongan para Sayyid sedang berkumpul membaca kitab \u0627\u0644\u0645\u0634\u0631\u0639 \u0627\u0644\u0631\u0627\u0648\u064a, kitab manaqib para Habaib Ba&#8217;alawy. Kala itu ada seorang Baduwi yang kebetulan ikut menyimak sejak awal. Ketika pembacaan kitab selesai, Baduwi itu bertanya:<br \/>\n&#8220;Mereka yang dibaca manaqibnya ini keluarga siapa?&#8221;<br \/>\n&#8220;Mereka adalah buyut-buyut kami,&#8221; jawab para sayyid.<br \/>\n&#8220;Alhamdulillah mereka bukan buyut-buyut saya,&#8221; Baduwi itu menimpali.<br \/>\nPara Sayyid itu kaget lalu berkata:<br \/>\n&#8220;Jika mereka buyutmu, itu adalah sebuah anugrah untukmu.&#8221;<br \/>\n&#8220;Tidak. Justru jika mereka adalah kakek buyut saya, saya akan merasa sangat malu karena amal perbuatan saya sangat jauh dibandingkan amal perbuatan mereka.&#8221; .<\/p>\n<p>Jadi, begini lho, kawan. Soal nasab itu, kalau cuma buat belajar sejarah, membangun penghormatan pada sesama ya monggo. Tapi, kalau sudah jadi bahan buat saling klaim, saling benci, saling cerca, apalagi sampai merusak nama baik orang alim, ya mbok yao jangan diterusin. Kita ini umat Islam, diajarin buat bersatu, bukan buat pecah belah gara-gara urusan silsilah yang kadang juga nggak jelas juntrungnya. Mendingan kita fokus sama amal ibadah kita sendiri, benahi diri, dan saling menghormati. Memantaskan diri dulu sebagai orang yang pantas menjadi keturunan orang alim, tanpa harus mencaci dan membunuh karakter orang lain atau ulama lain. Toh nasab bukan persyaratan masuk surga. Setuju? Sampai kapan kita merawat benci sesama umat Nabi? Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.<\/p>\n<div id=\"attachment_293\" style=\"width: 596px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-293\" src=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/infaqdzinnuha.png\" alt=\"\" width=\"586\" height=\"586\" class=\"size-full wp-image-293\" \/><p id=\"caption-attachment-293\" class=\"wp-caption-text\">infaq untuk pendidikan<\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Begini lho, kawan-kawan. Di kampung Indonesia kita ini, soal silsilah, keturunan, wah, itu bisa jadi lebih seru dari sinetron kejar tayang. Apalagi kalau sudah nyangkut para kiai, para ustadz, yang katanya masih punya garis lurus ke sana, ke tokoh-tokoh agung zaman dahulu. Ada yang bangga bukan main, ada yang hormat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-524","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama? - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama? - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Begini lho, kawan-kawan. Di kampung Indonesia kita ini, soal silsilah, keturunan, wah, itu bisa jadi lebih seru dari sinetron kejar tayang. Apalagi kalau sudah nyangkut para kiai, para ustadz, yang katanya masih punya garis lurus ke sana, ke tokoh-tokoh agung zaman dahulu. Ada yang bangga bukan main, ada yang hormat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-29T04:56:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-29T04:59:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/alif.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Imam-Syafii-ulama.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Pengasuh Dzinnuha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524\"},\"author\":{\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\"},\"headline\":\"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama?\",\"datePublished\":\"2025-04-29T04:56:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-29T04:59:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524\"},\"wordCount\":851,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alif.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Imam-Syafii-ulama.jpg\",\"articleSection\":[\"artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524\",\"name\":\"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama? - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/alif.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Imam-Syafii-ulama.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-29T04:56:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-29T04:59:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/alif.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Imam-Syafii-ulama.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/alif.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/Imam-Syafii-ulama.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?p=524#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/Screenshot_1.jpg\",\"width\":682,\"height\":595,\"caption\":\"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55\",\"name\":\"Pengasuh Dzinnuha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Pengasuh Dzinnuha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/dzinnuha.pesantren.web.id\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama? - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama? - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","og_description":"Begini lho, kawan-kawan. Di kampung Indonesia kita ini, soal silsilah, keturunan, wah, itu bisa jadi lebih seru dari sinetron kejar tayang. Apalagi kalau sudah nyangkut para kiai, para ustadz, yang katanya masih punya garis lurus ke sana, ke tokoh-tokoh agung zaman dahulu. Ada yang bangga bukan main, ada yang hormat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524","og_site_name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","article_published_time":"2025-04-29T04:56:17+00:00","article_modified_time":"2025-04-29T04:59:56+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/alif.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Imam-Syafii-ulama.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Pengasuh Dzinnuha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Pengasuh Dzinnuha","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524"},"author":{"name":"Pengasuh Dzinnuha","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55"},"headline":"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama?","datePublished":"2025-04-29T04:56:17+00:00","dateModified":"2025-04-29T04:59:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524"},"wordCount":851,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alif.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Imam-Syafii-ulama.jpg","articleSection":["artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524","name":"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama? - Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/alif.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Imam-Syafii-ulama.jpg","datePublished":"2025-04-29T04:56:17+00:00","dateModified":"2025-04-29T04:59:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#primaryimage","url":"https:\/\/alif.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Imam-Syafii-ulama.jpg","contentUrl":"https:\/\/alif.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Imam-Syafii-ulama.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?p=524#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kemana Muara Perdebatan Nasab itu, Selain Kebencian Pada Sesama?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#website","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#organization","name":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","contentUrl":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Screenshot_1.jpg","width":682,"height":595,"caption":"Pondok Pesantren Dzinnuha Malang"},"image":{"@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/#\/schema\/person\/dfd2d0d6790fb8efbc8fa267899dcc55","name":"Pengasuh Dzinnuha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ff90c4c8ac04fc370eb03e7db7f98beaa8a82cbb334ccf1e4b2676f5e7308f00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Pengasuh Dzinnuha"},"url":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=524"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/524\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":526,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/524\/revisions\/526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dzinnuha.pesantren.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}